Digrebek Mama

1355 Words

"Ya ampun, kalian ngapain kayak gitu?!" Suara Widyawati tidak terdengar marah, melainkan terlalu terkejut dan sedikit terlalu bersemangat. Ivan langsung melompat berdiri secepat kilat, seolah lantai itu menyengatnya. Ia berdiri membelakangi Fatma, tangannya merapikan jas yang bahkan tidak kusut. Wajahnya yang memerah kini berganti warna menjadi pucat pasi, lalu kembali memerah seperti kepiting rebus. Fatma terperangah. Ia buru-buru duduk, memeluk tumpukan dokumen yang jatuh, mencoba menutupi tubuhnya seolah-olah kertas-kertas itu adalah selimut. Jantungnya masih berdetak tak karuan, dan rasa hangat dari sentuhan singkat tadi belum hilang. Matanya menatap horor ke arah Widyawati. "M-Ma!" Ivan mencoba bersuara, tapi suaranya serak. "Ini ... ini nggak seperti yang Mama pikirkan!" Widyawa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD