Undangan Makan Malam

1480 Words

Pria itu adalah Ivan Abimana. Dia sedang berjalan perlahan, matanya mengamati setiap nomor rumah di gang sempit tersebut, tampak mencari sesuatu, atau seseorang. "Gusti! Eta saha?!" bisik Dita, lalu ia tersadar. Ia langsung melompat dari kursinya, panik luar biasa. Dita bergegas masuk ke kosan, wajahnya sudah merah padam karena terkejut. "Fat! Fatmaaa!" seru Dita heboh, setengah berteriak. Fatma yang sedang menyetrika nyaris membakar bajunya karena kaget. "Aduh, ada apa, Dit?! Kenapa kamu teriak-teriak?!" "Gawat! Gawat pisan, Fat!" Dita mencengkeram lengan Fatma kuat-kuat. "Bos Macan! Bos Macan datang!" "Hah? Datang ke mana? Ke hotel?" "Bukan ke hotel, atuh! Ke sini! Ke kosan kita! Itu aya di luar, Fat! Dia lagi jalan di gang, nyari kosan kita! Ya ampun, ya ampun! Kumaha ieu?!" Fa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD