bc

kamu diciptakan untuk menjadi nyata bukan sempurna

book_age16+
0
FOLLOW
1K
READ
family
HE
kickass heroine
lighthearted
bold
campus
assistant
like
intro-logo
Blurb

banyak cerita yang sangat menginspirasi orang-orang di sekitar kita semoga cerita ini bisa menginspirasi semua orang...

chap-preview
Free preview
BAB 1
aku adalah seorang anak desa yang tidak memiliki mimpi, sejak umurku 11 bukan aku sudah tinggalkan ayahku, aku dibesarkan oleh seorang ibu yang sangat memiliki semangat juang yang tinggi, aku 8 bersaudara hanya saja 2 kakak perempuan ku sudah meninggalkan kami menyusul ayah kami.... hari ini aku telah menyelesaikan sekolah dasar ku, aku senang sekali saat ini juga ibuku mengajakku pergi untuk berlibur ke kota bandung, ku lewati hari-hari libur ku dengan bahagia... hari itu tiba dimana aku harus meninggalkan kesenanganku... "Hurin... hurin.... sini nak " ibu memanggilku, ya benar namaku hurin, nama panjangku Hurin ain. " iya bu " aku bergegas menghampiri ibuku. " ayok ikut ibu! " perintahnya. tanpa banyak bertanya aku mengikutinya, karna memang aku tipe anak yang penurut walaupun sedikit nakal. tibalah di sebuah rumah yang cukup megah... " waw rumahnya bagus sekali bu" kataku kepada ibuku, ibuku hanya tersenyum tanpa membalas perkataanku. " rumah siapa ini bu? " tanyaku " udah ayo masuk aja nak" jawab ibuku singkat samping menuntunku masuk. sesampainya di dalem rumah kami di samput oleh seorang perempuan yang sangat cantik dan begitu anggun serta penampilan yang cukup membuatku takjub.... " Assalamu'alaikum " sapa ibuku " Walaikum salam " jawabnya dengan lembut, sedangkan aku hanya tersenyum sambil melihat sektarku... merekapun membicarakan sesuatu dengan sangat serius tanpa ada sesuatu apapun yang aku pahami... sore itu kamipun pamit pulang... sesampainya di rumah ibuku hanya terdiam dan merenung, entah apa yang dipikirkannya akupun tak ingin menerka-nerkanya hanya saja sore itu hanya satu yang bisa aku gambarkan dimana ibuku terlihat sangat sedih dan banyak sekali pikiran yang mengganggunya... hari pun tiba, hari dimana ibuku memanggilku dengan wajah yang sangat serius... " hurin.... hurin.... sini nak! " panggil nya " iya bu " aku yang sedang asik bermain pun segera berlari untuk menghampirinya. " sini nak duduk! ibu mau ngobrol" kata ibuku dengan memasang wajah yang sangat serius. akupun duduk tepat di depannya. " nak kamu tau kan rumah yang kemarin siang datangi? " tanya ibuku . " iya bu hurin tau, kenapa emang?" jawabku " iyaa itu adalah rumahnya tante Putri" jawab ibuku dengan wajah yang sangat serius. " emang kenapa bu? " tanyaku lagi " sebelumnya ibu mau bilang kalau ibu sayangan menyayangimu bahkan ibu sangat mencintaimu dibandingkan dengan kakak-kakakmu " perkataan ibuku terhenti. " iya bu memangnya kenapa kan hurin gak bilang apa-apa" jawabku heran karna ibuku tidak menjawab pertanyaan ku soal rumah tante putri tadi. " iya nak ibu hanya bingung harus memulai dari mana" ibuku tidak meneruskan kata-katanya lagi. " emang ibu mau ngomong apa sih bu, ngomong aja " jawabku yang sangat penasaran. " iyaaa ibu mau bilang kalo mulai nanti kamu masuk sekolah SMP ibu akan menitipkan kamu bersama tante putri" ibuku terdiam sejenak, " karna ibu berpikir kamu tidak akan memiliki masa depan jika hanya tinggal bersama ibumu ini " lanjutnya lagi sambil sesekali mengusap air matanya yang tidak terasa sudah membasahi pipinya. aku hanya terdiam tanpa ingin mengatakan apapun karna saat itu aku pikir bahwa yang dikatakan ibuku hanya lah kebohongan yang tidak ingin aku dengar sama sekali. " ibu takut jika kamu berpikir kalau ibu tidak menyayangimu lagi atau bahkan kamu berpikir kalau ibu membuangmu atau mungkin mejualmi" ibuku melanjutkan perkataannya sambil terputus-putus karna menangis. " tapi ibu benar_ benar... sangat.... sangaat menyayangimu.... makanya ibu ingin kamu tinggal bersama.... tante putri..... supaya masa depanmu terjamin dan tidak kesusahan " lanjutnya lagi masih sambil mengis.... aku yang duduk di hadapannya pun hanya ikut menangis berharap ini hanyalah sebuah mimpi... " nak ini.... jalan satu-satunya supaya... hurin bisa melanjutkan sekolah... hurin ke jenjang yang lebih tinggi lagi " lanjutnya lagi sambil mengelus lembut rambutku. " hurin gak mau bu, hurin mau sama ibu aja, huhuhu? hurin tidak apa-apa kalau hurin harus berhenti sekolah " kataku sambil menangis . " hurin jangan bilang seperti itu, hurin harus sekolah, pokonya hurin harus melanjutkan sekolah hurin, jangan sampai hurin seperti ibu yang sangat kurang dengan ilmu " jawab ibuku sambil mengelus lembut rambut dan punggungku. " tapi bu hu.... hu.... hu.... " jawabku sambil menangis. " hurin ibu janji walaupun kamu tinggal sama tante putri nanti ibu akan selalu nengok hurin di rumah tante putri, dan hurin juga boleh main ke rumah ibu " jawab ibuku.... " ya udah bu hurin mau mandi dulu nanti hurin pikirkan lagi " jawabku sambil meninggalkan ibuku. malam ini aku yang masih anak- anak memikirkan sesuatu yang sangat tidak sesuai dengan umurku saat ini. pagi haripun tiba, aku terbangun karna sinar matahari menembus lubang- lubang di rumahku... " eh anak ibu udah bangun " sapa ibuku dengan senyum manis yang terpancar di wajahnya. " iyaa bu" jawabku singkat " ya udah sekarang cuci muka dulu dan gosok gigi sana, habis itu di lanjut dengan sarapan " seru ibuku . akupun berjalan dengan malas malasan... selesai aku sarapan... " nak gimana apa kamu udah siap ibu anter ke rumah tante putri? " tanya ibuku tiba-tiba. " jangan sekarang ya bu aku masih mau main sama teman- temanku " jawabku singkat karna aku sebenarnya masih enggan untuk tinggal di rumah tante putri. " bu aku pamit main dulu ya " pamit ku pada ibuku yang sedang sibuk membereskan bekas makan kami, belum sampai pintu aku terdiam karna di kejutkan dengan suara seorang wanita yang tiba- tiba datang mengunjungi rumah kami. " assalamu'alaikum " sapanya dengan anggun. " waalaikum salam" jawabku dengan penuh ketakutan, karna tidak salah lagi kalau yang datang mengunjungi kami adalah tante putri. " ibu ada? " tanyanya lagi " ada tante " jawabku lagi " siapa rin" tanya ibuku sambil berteriak. " tante putri bu " jawabku. " suruh masuk nak! " perintah ibuku kepadaku. " masuk tante, silahkan duduk " sapaku pada tante putri. tante putri pun duduk dan ibuku menghampirinya. " duduk nak " perintah ibuku kepadaku. akupun duduk di samping ibuku sambil sesekali melirik tante putri yang duduk tepat dihadapan ibuku. " ada apa bu tiba- tiba datang kemari? " tanya ibuku. " saya mau jemput anak ibu hurin, karna harus segera kami bawa untuk didaftarkan ke sekolah jika tidak cepat-cepat takutnya tidak ada sekolah yang mau menerimanya lagi " jelas tante putri panjang lebar. deg.. deg... akupun terdiam mendengar perkataan tante putri. " tapi bu anak saya belum siap buat pergi kesana" jawab ibuku. " tapi bu siap tidak siap harus segera dibawa karna ini menyangkut sama pendidikan hurin " jawab tante putri lagi. " tapi aku belum mau ikut tante putri " jawabku sambil bersembunyi di balik punggung ibuku. " kenapa? " tanya tante putri kepadaku "aku belum siap buat ninggalin ibu sma teman- temanku " jawabku ketakutan. " tenang aja hurin nanti kan hurin masih bisa main ke sini lagi, tapi sekarang hurin harus ikut tante dulu karna hurin harus daftar sekolah secepatnya, mau ya? " jelasnya dengan lembut. " iya nak kamu harus ikut tante putri sekarang supaya kamu cepet daftar ke sekolah" jelas ibuku melanjutkan " tapi bu " belum sempat aku melanjutkan perkataanku tiba- tiba ibuku berdiri dan masuk ke kamarnya. ibuku keluar dari kamar dengan mengeluarkan kan tas yang berisi semua keperluan ku. " ibu ini apa? " tanya ku bingung ketika ibuku memberikan tas itu kepadaku. " ini semua pakaianmu sudah ibu siapkan untuk kamu bawa ke rumah tante putri" jelas ibuku sambil memalingkan wajahnya. " tapi bu, hu... hu... hu... aku belum mau " jawabku sambil menangis. " mau tidak mau kamu harus ikut tante putri hurin " jawabnya. " iya nak kamu harus ikut tante sekarang" tante putri mencoba untuk membujuk ku. dengan bermacam-macam cara ibu dan tante putri membujuk ku untuk ikut ke rumah tante putri, sampai pada akhirnya aku sudah tidak punya tenaga untuk melawan keinginan tante putri dan ibuku saat itu, akupun pamit kepada ibuku serta eman- temanku yang saat itu sudah berada di depan rumahku karna tidak jadi bermain keluar rumah. perpisahan saat itu sangatlah singkat tidak semua orang mengetahui kepergianku. (beberapa jam kami habiskan di perjalannn) akhirnya kamipun sampai di rumah tante putri. " ayo hurin kita masuk, jangan singkat anggap saja rumah sendiri ya" ajak tante putri sambil menggandeng tanganku dengan lembut. akupun mengikuti langkahnya masuk kedalam rumah. " bi... bibi... bi pipinya" panggilnya kepada seseorang. " iya bu, pipinya disini " jawab seorang wanita yang cukup berisi sambil berlari kecil menghampiri kami. " ada apa bu, manggil- manggil pipin? kangen ya bu sama pipin yang cantik ini" tanyanya sambil menunjukan tingkahnya yang begitu narsis. " ini bi ada saya mau ngenalin ini hurin anak yang saya tempo hari saya ceritakan " jawab tante putri. " ouuuh nona hurin ain ya bu? " tanyanya lagi. " iya bi." jawab tante putri singkat. " walah- walah cantik sekali bu" sambil sedikit menghampiriku dan menatapku. " iya bi, tolong ajak hurin ke kamarnya ya bi, dan bantuin beresin barangnya juga" perintah tante putri pada Art nya. " ayo non ikut bibi " ajak nya sambil merangkul badan kecilku. " baik bi " jawabku canggung sambil sedikit tersenyum. bi pipin pun mengantarku ke kamar yang berada di lantai dua dan terletak di dekat tangga. " ini non kamarnya " tunjuk nya kepadaku. " bi jangan panggil non ya, panggil hurin aja" perintahku kepada Art yang bernama pipin ini. " ouh iya baik non eh hurin " jawabnya sambil membukakan pintu kamar yang terletak tepat di depan kita saat ini. " silahkan masuk" ajaknya. akupun memasuki kamar yang membuat mataku tidak ingin berkedip, kamar ini begitu besar dan sangat bagus bahkan aku tidak pernah membayangkan kalau aku bisa tinggal di kamar sebesar ini. setelah mempersilahkan aku masuk bi pipin pun pergi meninggalkan ku di kamar, akupun terlelap untuk mengistirahatkan pikiranku sejenak.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

TERNODA

read
199.1K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.2K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
66.1K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook