12. Menikah

442 Words

"Sah!" Pio menghembuskan nafas saat tangannya tiba-tiba saja terlepas dari Geofan, ia segera menengadahkan tangannya berdoa pada sang pencipta semoga saja Kinan adalah wanita pertama dan terakhir dalam hidupnya. "Aamiin.." Sedikit menolehkan kepala kearah kiri, ia melihat Kinan juga sedang menatapnya, gadis yang luar biasa cantik hari ini, ah tidak walau orang lain selalu menganggapnya biasa tapi bagi Pio Kinannya selalu cantik. Bolehkah ia mengurung istrinya didalam kamar saja? Melihat Kinan berdandan seperti ini membuat Pio kesal sendiri karena Kinan semakin bercahaya saja. --- Acara resepsi sudah selesai satu jam lalu,   kaki Kinan rasanya sangat pegal, saat ini ia sedang duduk didalam kamarnya, sudah berganti pakaian dengan pakaian tidur motif bunga-bunga selutut, wajahnya juga su

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD