25. Jarak

424 Words

Kinan menatap tajam pada wanita dihadapannya, Gendis sempat terperangah karena ia mengira wanita dihadapannya ini tidak bisa marah, kalaupun marah ia tidak akan menunjukan langsung seperti sekarang ini. Namun, bukan Gendis namanya kalau dia takut, bagaimanapun apa yang sudah ia rencanakan Haruslah berjalan lancar. Lagi Gendis tersenyum pada Kinan, senyumnya ia buat seakan syarat akan rasa sakit. "Semua aset aku diambil sama Adam, jadi sekarang aku gak punya apa-apa, jadi Io ngajak aku tinggal disini."  Penjelasan Gendis membuat mata Kinan menyipit, sementara Pio sudah berdiri dibelakang Kinan dengan sedikit gelisah. Baiklah jika memang Gendis ingin bermain, maka Kinan akan memberikan permainan itu sekalipun hatinya tersakiti. "Boleh!" Jawab Kinan terlampau antusias. "Tuh kamar kamu!"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD