Dua bulan sudah Gendis tinggal bersama Kinan dan Pio, sejak saat itu pula Gendis bekerja dengan Pio, entah bagian apa. Yang jelas Kinan tidak peduli. Hubungannya dengan suami masih dingin, walau Pio sering mengajaknya berbicara Kinan menjawab dengan seadanya, kalau tidak diajak berbicara Kinan sama sekali tidak berniat membuka percakapan. Untuk kali ini dimeja makan, Kinan mengeluarkan suaranya, "aku mau keluar sama Nasya." Pio menoleh pada Kinan, sebetulnya ada beberapa hal aneh pada Kinan, akhir-akhir ini Kinan sering menggunakan Rok, bila dirumah menggunakan daster, demi tuhan Kinan terlihat seribu kali lebih manis. Membuat Pio sering uring-uringan sendiri, bagaimanapun ia tetap ingin menyentuh istrinya itu. Kinan sendiri bukan tak memberi, jikalau suaminya itu memintanya ia akan sia

