Kinan cukup menikmati hidupnya kini, berdiam diri dirumah, menyiapkan kebutuhan suaminya sebelum berangkat, memasak makan siang untuk suami, mengantarkan makan siang lalu kembali lagi ke rumah. Betapa membosankan ya, tetapi untungnya Kinan memeliki tetangga seperti Nasya, ia bisa berkunjung dan menghabiskan waktu bersama Vano dan Kaina sehingga hidupnya tak begitu kesepian. Saat ini waktu menunjukan pukul sepuluh malam, Kinan berdiri diruang tamu, menanti suaminya yang masih belum memberi kabar, tak biasanya suaminya begini. Ada apa? Suara mobil memasuki halaman, membuat Kinan dengan cepat membuka pintu utama menunggu suaminya keluar dari mobil, Kinan tersenyum menyambut Pio segera Kinan mencium tangan suaminya masih dengan senyum yang terpatri begitu manis. "Malam sayang." Sapa Kinan

