Kinan menggigit bibir bawahnya, ia masih memandangi dirinya didepan cermin, rasa bersalah terus bergelayut manja dihatinya, harusnya ia tak begini, suaminya memang berhak memilikinya. Ia sudah berdosa, berbulan-bulan mengabaikan kodratnya sebagai istri, mengabaikan kewajibannya sebagai istri. Dengan kasar Kinan mengusap air matanya. Demi tuhan ia mencintai lelaki itu, ia ingin sekali memberikan harta yang selama ini ia jaga untuk lelaki itu. Kinan membuka kaos dan celana pendek yang ia pakai, saat ini dia hanya memakai bra dan CD saja. Kinan mendesah, ia jadi tak yakin Pio akan menyukainya, dibanding wanita luar negeri atau mantan-mantan Pio terdahulu Kinan memastikan tidak ada yang menarik didalam dirinya. "Yang.." Pio tercekat, ia membeku.. ini kali pertama ia melihat tubuh istrinya

