Setelah perdebatan yang cukup panjang, akhirnya Kinan mengalah, mengiyakan keinginan Mia untuk diantar pulang oleh Mario dan duduk disamping kemudi. "Mia gak tau, kita dulu dekat." Kinan tersenyum, "aku paham kok, keliatan muka kamu tegang banget tadi." "Aku udah coba serius Nan sama dia." "Aku seneng banget Mar, orang sebaik kamu wajar dicintai orang seperti Mia." Mario memutar setir, menuju salah satu komplek, "dari mana kamu tau?" Kinan membenarkan letak duduknya, "tatapan mata dia sama kamu." "Sebenarnya waktu dulu kita Deket, dia udah bilang cinta sama aku, tapi ya..." Kinan mendengus sebal, "jangan bilang kamu jadiin dia pelarian!" "Demi tuhan, enggak!" Mario menaikan jarinya berbentuk huruf V. "Bagus! Aku tunggu undangannya ya?" Mario menginjak rem lalu memandang Kinan, "

