28. Rumah sakit

774 Words

Dress navy yang Kinan kenakan tidak dapat menutupi perut buncitnya, ini sudah bulan kelima kehamilannya, apakah Pio sama sekali tidak menyadarinya? Kinan yang awalnya tersenyum menatap manik matanya lewat cermin dalam kamarnya, menatap dirinya yang terlihat begitu menyedihkan. "Mau sampai kapan Kinanti?" Tanyanya lebih kepada diri sendiri. Ia menghembuskan nafas lalu mengambil clutch untuk bergegas pergi. "Mba yakin mau naik ojol?" Kinan tersenyum, "mamang mau antar saya?" Pak Rus menggaruk kepalanya karena ia sama sekali tidak bisa menyetir mobil, sementara pak Darman sedang sakit sejak dua hari lalu. Tin! Kinan menoleh pada mobil yang sudah ada didepan gerbang rumahnya, pak Rus segera membukakan pintu, "hati-hati ya mbak! Mas jangan ngebut!" Supir ojol mengangguk sambil tersenyum

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD