Tanpa terasa sudah 6 bulan berlalu semenjak pernikahannya dengan Ayu berakhir cerai di Pengadilan Agama. Perceraian yang melelahkan dan berjalan cukup lama karena Ayu tidak mau bercerai dengannya.
Dan tidak membutuhkan waktu lama baginya untuk bersama wanita lain. Wanita yang tak kalah cantiknya dari Ayu dengan tubuh seksi seperti Tika. Wanita lemah lembut yang selalu siap melayani kebutuhan seksualnya.
Hari ini Ridho mendapatkan surat undangan pernikahan dari Tika. Sebenarnya ia tak pernah menyangka akan diundang di pernikahan mantan adik iparnya. Dan sekarang kalau ia teringat kelakuan Ayu dan Tika membuatnya tersenyum. Sebenarnya dirinya lah pemenangnya. Ia yang menikmati liang v****a kakak dan adik kandung itu.
“Akhirnya, Tika menikah juga sama Andi. Baguslah,” ucap Ridho tersenyum menatap surat undangan dan teringat percintaan terakhirnya di hotel waktu dulu.
Ridho mengenakan kemeja batik dan celana formal, tak lupa parfum untuk melengkapi gayanya. Ia tidak ingin terlihat lusuh ataupun menyedihkan jika berhadapan dengan mantan mertuanya, terutama mantan istrinya. Ayu harus melihat kalau dirinya sekarang tanpa istri yang tidak setia hidupnya jauh lebih baik dan lebih tampan.
Ridho kagum dengan kegigihan Tika. Gadis itu berhasil menikah dengan Andi, pria kaya yang bisa memenuhi semua kebutuhannya. Pesta pernikahan
Tika yang diadakan di salah satu ballroom hotel berbintang 5 di Jakarta, tapi tiba-tiba ia mendapatkan telepon dari Tika yang memberitahukannya untuk datang ke kamar hotel 303.
“Kenapa yaa Tika nyuruh aku ke sini?” tanyanya heran sambil menunggu Tika di kamar.
Tak lama Tika datang ke kamar 303 dengan mengenakan gaun pengantin dengan make up sempurna di wajahnya. Ridho terpanah dengan kecantikan Tika yang tak pernah dilihatnya. Baru kali ini mantan adik iparnya berdandan begitu cantik.
“Kamu cantik sekali Tika,” puji Ridho dengan tatapan berbinar-binar.
“Mas… aku pengen tektung terakhir sama kamu,” ucap Tika tanpa basa-basi langsung melumat bibir Ridho.
Ridho terkejut dengan Tika yang secara tiba-tiba langsung melumat bibirnya dan mendorong gadis itu.
“Kamu kenapa? Jangan seperti ini Tika,” tolak Ridho.
“Please Mas. Ini terakhir kali aku tektung sama kamu dan akan ada lagi,” ucap Tika.
“Jangan Tika.”
“Mas, aku kangen junior mu, mas. Please…”
“Yaa udah. Ini terakhir ya dan sebagai hadiah untuk pernikahanmu.”
Tika menganggukan kepalanya dan mereka pun bercinta untuk terakhir kalinya sebelum gadis itu pergi ke ballroom untuk pesta pernikahannya. Ridho dengan cepat melepaskan gaun Tika agar tidak kusut dan langsung melepaskan bra wanita yang sudah menjadi istri orang itu.
Mereka saling melumat mesra dan Ridho melepaskan diri dari kuluman bibir Tika. Mulutnya kini menyusuri leher yang berdenyut-denyut oleh aliran darah yang bergerak cepat. Menghisapnya perlahan, kemudian naik ke telinga lalu turun kembali ke leher untuk menuju pundak. Menyesap pinggiran buah d**a dan ketiaknya, turun ke perut. Mengecapnya dan menyusur naik ke atas di sepanjang pinggiran perut hingga ke pinggiran bukit buah d**a yang berbeda.
Kedua buah d**a yang kenyal itu akan mengeras demikian juga dengan putingnya. Bergantian mulut Ridho memamah sekitaran bukit-bukit itu dengan bibir-bibir mulut bagian dalam. Barulah kemudian dia melahap pucuk gunung kembar yang mengeras itu dan mempermainkan denyarannya dengan lidahnya.
"Aghkhkh...." Suara desahan Tika memberi tahu Ridho bahwa eksplorasi kenikmatan di daerah itu harus segera diakhiri.
Sekarang fokusnya beralih ke daerah paha. Ia mengendus belahan itu dan menikmati aromanya yang memikat. Tapi Ridho tak menyantapnya, ia melahap pinggiran pangkal paha dan seluruh paha sampai dengkul. Kemudian menggulingkan tubuh Tika agar menelungkup. Menciumi punggungnya yang halus dan menemukan kedua buah pantatnya yang bulat dan indah.
Memamah-mamahnya dan kemudian menyusuri belahan p****t itu dengan lidahnya hingga mencapai bagian belakang. Membalikan kembali tubuh Tika merenggangkan kedua pahanya. Bibir-bibir yang tembem itu merekah. Belahannya membuka dengan k******t yang berdenyut-denyut. Pada pucuk bagian bawah, telah menetes cairan yang merambat menuju ke bawah. Inilah bagian akhir dari awal perjalanan menuju ke angkasa kenikmatan.
Ridho mengecup pubis yang berambut halus. Mencaplok bibir-bibir luar si tembem yang mulai gelisah. Lalu dengan cerdik menyesap bibir-bibir bagian dalamnya yang lembut dan basah. Menjulurkan lidahnya untuk menyapu semua cairan yang meleleh dengan lidahnya, membiarkannya berdenyut-denyut lalu mengulum k******s yang bergerak-gerak centil.
"Omhkhkhk...omhkhkhk..." Tika menggelinjang. Pinggulnya mengangkat beberapa sentimeter dari permukaan kasur. Itulah isyarat bahwa tugas mulut sudah selesai. Kini penisnya yang sejak tadi sudah tak sabar ingin bertugas, dibawanya ke mulut liang sanggama itu. Membenamkannya hingga masuk semuanya. Maka persetubuhan itu pun dimulai.
Saat sedang menggerakkan pinggulnya Ridho tak ingin terburu-buru. Ia ingin kejantanannya benar-benar menikmati semuanya secara sempurna. Ia tidak akan berganti posisi sampai yakin bahwa perubahan posisi akan menambah kesempurnaan kenikmatan.
Clep clep clep... terdengar suara ritmis hujaman Ridho yang berkecepat sedang merasakan hangat ketika menyemburkan o*****e puncak mantan adik iparnya yang pertama. Tika menggelinjang lemah. Ridho tidak memperdulikan wanita yang membutuhkan istirahat sejenak terus menerus menghujam tanpa ampun. Dengan gerakan cepatt, perlahan tapi pasti, puncak kedua dan ketiga dilalui oleh wanita itu dengan mata terpejam.
Akhirnya, moment itu datang juga. Sebuah denyaran dan lenguhan Tika menyadarkannya bahwa puncak terakhir akan mereka naiki. Ia memeluk Tika dengan erat dan melakukan genjotan dengan kecepatan yang semakin lama semakin tinggi.
Tika menjerit lirih saat mendaki puncaknya yang tertinggi. Kedua tangan dan kakinya memeluk Ridho dengan erat. Perjalanan sudah sampai di ujung. Ridho memeluk Tika dengan lebih erat dengan membenamkan seluruh batang kejantanannya menyatu ke dalam tubuh calon pengantin tersebut. Ia mengejan sangat keras dengan ledakan yang sangat nikmat.
"Eughkhkh..." Ridho melenguh menikmati letupan susulan yang perlahan dan melemah.
Ridho memeluk tubuh Tika dan merasakan kehangatan dan kelembutan tubuh wanita itu untuk terakhir kalinya. Mereka terdiam. Bertahan dengan pelukannya masing-masing dan menikmati keheningan yang sempurna efek kelezatan persetubuhan yang menyatu.
Tika bangkit dari tempat tidurnya dan menatap Ridho yang masih telanjang di atas ranjang.
“Tadi benar-benar enak banget Mas dan ini percintaan terakhirku untukmu, Mas,” ucap Tika.
“Dan tadi hadiahku untukmu. Selamat menempuh hidup baru Tika semoga kamu bahagia dengan suamimu,” ujar Ridho tulus.
Tika mengenakan gaunnya dengan rambutnya yang berantakan. Ia harus segera merapikan rambut dan make upnya. Ia memang lemas, tapi juga puas tak terkira.
“Terima kasih Mas.” Tika mengecup dahi Ridho dan pergi meninggalkan Ridho sendirian.
Ridho tersenyum menatap punggung Tika yang menjauh pergi sampai ke pintu. Ia lemas telah memuaskan mantan adik iparnya dan berharap kebahagiaan untuk Tika.