Tika yang berada di dapur semakin kesal mendengar suara kakaknya yang menjerit dan mendesah begitu kencang. Ingin sekali dia menegur pasangan suami istri yang sedang bercinta tersebut.
"Seandainya pacarku kayak Mas Ridho pasti lain ceritanya," ucap Tika perlahan dengan wajah masam.
"Kenapa aku punya pikiran malah ingin bercinta dengan suami mbakku sendiri sih." Tika menggoyangkan kepalanya berkalahan dan tak percaya dengan pikirannya sendiri. "Parah aku ini, parah… parah. Masa aku tega menyakiti mbakku sendiri. Mana mbak Ayu baik banget, setia sama suami, dan sholeha."
Tika merasa sangat menyesal tadi sudah menggoda kakak iparnya sendiri. Tanpa dia ketahui kalau kakak yang dikiranya begitu baik ternyata sedang asyik memadu kasih terlarang dengan pria lain di dalam kamar tanpa memperdulikan suaminya kalau mengetahui dengan perbuatannya.
Ayu yang berada di dalam kamar sibuk berhubungan intim dengan berbagai gaya. Sekarang mereka berganti posisi bergaya woman on top. Ayu mengangkangi kejantanan Doni yang sudah menegang dan memasukkannya ke dalam liang surgawi, menekan pinggulnya ke bawah sampai seluruh kejantannya Doni masuk seluruhnya ke dalam.
"Addduuuhhh.... enak sekali, Don," ucap Ayu sambil menggoyang-goyangkan pantatnya.
Doni tersenyum. "Ayo, Sayang Goyangnya yang semangat," ucapnya sambil mempermainkan kedua pucuk buah d**a Ayu dengan tangannya.
Ayu terus menggoyang-goyangkan pantatnya selama beberapa menit. Kadang ia mengangkat pinggulnya naik turun, kadang menekannya maju mundur, kadang dia juga meliuk-liukkannya dengan arah berputar. Sehingga bulir-bulir keringat bercucuran di dahi dan punggungnya.
Napasnya tersengal-sengal. Akhirnya dia menghentikan gerakannya dan duduk diam di atasnya. Dia menarik nafas panjang.
"Capek Yu?" tanya Doni.
"Iya nih Don. Aku kurang olahraga deh," ucap Ayu yang kelelahan.
"Istirahat dulu aja sebentar. Jangan dipaksakan." Doni menyentuh pipi Ayu perlahan.
Ayu duduk di samping Doni. Kerongkongannya terasa kering. "Ada minum ga di situ Don?"
Doni menoleh di samping nakas. "Gak ada Yu. Aku ambilkan yaa."
Ayu menganggukan kepalanya. Dia lupa mengisi air putih di botol yang biasa dibawakan dalam kamar. Doni mengenakan boxernya dengan bertelanjang d**a keluar dari kamar Ayu.
Praang!
Suara gelas pecah terdengar dari dapur membuat Ayu terkejut. Ia pun dengan hanya mengenakan selimut keluar dari kamarnya. Matanya terbelalak saat di depannya ada Tika, adiknya bersama dengan Doni.
"Mbak itu siapa?" tanya Tika ketakutan melihat ada laki-laki asing di rumah.
"Don masuk kamar!" Ayu memerintahkan Doni yang sama terkejutnya.
Doni segera masuk ke dalam kamar Ayu dengan tergesa-gesa. Setelah memastikan Doni masuk ke dalam kamarnya, Ayu mendekati Tika secara hati-hati. Dia tidak ingin Tika memberitahukan perbuatannya ke suaminya.
"Siapa laki-laki itu Mbak? Apa Mbak selingkuh dari Mas Ridho?" tanya Tika tak percaya.
Ayu hanya bisa diam dan berpikir bagaimana caranya agar Tika bisa menjaga rahasinya.
"Kenapa cuman diam aja Mbak? Jawab dong pertanyaan ku!" Tika kembali bersuara meminta jawaban dari kakaknya, tapi Ayu hanya menundukkan kepalanya.
"Mbak! Jawab dong jangan cuman diam aja!" Suara Tika terdengar agak keras.
"Ini gak seperti yang kamu pikirkan dan terlihat Dek," ucap Ayu perlahan.
"Ooh jadi gak seperti yang aku pikirkan. Jadi apa yang aku lihat ada laki-laki cuman mengenakan boxer tanpa pakaian keluar dari kamar Mbak dan penampilan Mbak yang hanya mengenakan selimut ini hanya mimpi gitu."
"Mbak bingung harus berkata apa. Maaf Dek." Air mata keluar dari pipi Ayu. Dia ketakutan pada adiknya sendiri bukan air mata penyesalan.
Tika menghembuskan napas kasar. Dia sangat kecewa dan sama sekali tidak pernah menyangka kalau kakak yang dikiranya begitu baik ternyata melakukan perzinahan dengan pria lain.
"Apa Mas Ridho tau tentang ini Mbak?" tanya Tika menyelidik.
Ayu sedari tadi menundukkan kepalanya seketika menengadah. Dia takut kalau Tika akan memberitahukan suaminya.
"Mbak mohon Dek jangan bilang apapun ke Mas Ridho. Please Dek…" Ayu memegang lengan Tika.
"Aku kecewa sama Mbak! Aku kira Mbak itu istri yang begitu sempurna dan sangat beruntung memiliki suami yang setia seperti Mas Ridho. Apa nanti yang dikatakan Mas Ridho kalau sampai tau? Lalu kalau orang tua kita juga tau bagaimana Mbak? Apa Mbak sudah memikirkan semua sebab akibatnya."
"Mbak mohon jangan beritahu Bapak sama Ibu, Dek. Kasian orang tua kita kalau tau masalah ini."
"Lalu kenapa Mbak malah berselingkuh? Apalagi ini di rumah sendiri. Di mana Mas Ridho?"
"Tadi Mbak sama Mas Ridho bertengkar dan Mas Ridho pergi keluar rumah. Maafin Mbak yaa Dek." Ayu menatap Tika dengan sorot mata memohon.
"Ini memang kesalahan Mbak, Tik. Mbak ada masalah sama Mas Ridho dan Doni yang membuat Mbak merasa dihargai sebagai wanita."
"Apa semua tidak bisa dibicarakan baik-baik! Semua pasti ada jalannya bukan malah Mbak selingkuh sama laki-laki itu."
Ayu tidak bisa menjawab perkataan Tika. Ia memang sudah terlanjur enak dengan junior Doni sehingga tak merasakan enaknya bercinta dengan suaminya sendiri.
"Kamu gak akan pernah mengerti kalau kamu belum berumah tangga dan menghadapi persoalan di dalamnya." Ayu sudah mulai kesal disudutkan Tika.
"Makanya itu seharusnya Mbak yang lebih dewasa memberikan contoh yang baik bukannya malah contoh selingkuh. Sumpah kelakuan Mbak bikin malu keluarga!"
Perkataan Tika membuat Ayu jadi sangat kesal. "Sudahlah kamu diam aja ga usah ikut campur dalam rumah tangga Mbak lagi. Kamu urus saja urusan kamu sendiri dan kamu harus jaga mulut kamu itu!"
"Ya sudah kalau begitu. Aku gak akan pernah mau tau lagi dan ikut campur dengan segala urusan Mbak. Kalau ada masalah suatu saat nanti jangan sangkut pautkan aku dan yang jelas kelakuan Mbak memalukan."
"Baguslah. Dan kamu jaga mulutmu jangan sampai Mas Ridho tau."
"Iya Mbak. Aku juga ga mau tau urusan Mbak yang penting jangan lupa uang tutup mulut."
"Beres itu. Kamu senang, Mbak juga senang."
"Oke Mbak."
Tika meninggalkan Ayu menuju kamarnya. Ia tidak peduli apapun yang akan dilakukan kakak kandungnya. Yang penting jika ia akan bercinta dengan Ridho jangan salahkan dirinya. Ia juga ingin memberikan kehangatan pada kakak iparnya yang menurutnya memiliki kejantanan yang besar.
Ayu menghembuskan napasnya. Dia merasa lega perselingkuhannya dengan Doni untuk sementara aman. Memang lebih baik ia tidak bercinta di dalam rumah karena berisiko akan ketahuan. Dia pun segera mengisi air di dalam botol dan masuk ke dalam kamar.
Doni menatap Ayu cemas. "Gimana apa adikmu akan bilang ke suamimu?"
"Udah tenang aja. Semuanya sudah bisa diatur," ucap Ayu sambil menuangkan air ke dalam gelas.
Ayu berbaring di samping Doni tanpa semangat. Doni membuka boxernya mengangkat kaki kanan Ayu lalu memasukan kejantanan ke dalam liang surgawi wanita cantik tersebut.
"Aaah." Ayu mendesah saat Doni menggoyangkan pinggulnya.
"Enak begini Yu," ucap Doni.
"Iyaaah aaah Don, kamu aaah."
Desahan demi desahan terdengar begitu menggairahkan tanpa Ayu ketahui kalau adiknya sendiri sudah merencanakan akan memuaskan suaminya, Ridho.