Ridho memikirkan pernikahannya dengan Ayu. Pernikahan yang sudah berjalan 2 tahun semakin hari semakin membuatnya tak nyaman.
“Masa aku harus bercerai,” ucap Ridho menghela napas berat.
Sudah semalaman Ridho berada di hotel. Sudah menjadi kebiasaannya jika bertengkar dengan Ayu pergi dari rumah dan tinggal sementara di hotel kelas melati. Tapi ia jadi ingat dengan Tika. Adik iparnya tersebut menggodanya dan mungkin bisa saja menjadi tempat pelampiasan napsunya.
Perawakan tubuh Tika tidak jauh berbeda dengan Ayu. Hanya Tika lebih tinggi dari kakaknya, namun yang tidak habis pikir apakah Tika menyukainya atau hanya penasaran dengan kejantanannya dan gayanya saat bercinta. Ia sengaja tidak masuk kerja dengan alasan sakit dan harus pulang siang ini saat Ayu tak ada di rumah mungkin saja Tika berada di rumah.
Motornya sudah tiba di halaman rumah. Ia tak melihat mobil Ayu yang biasanya terparkir di garasi dan hanya ada motor Tika berada di sana. Baru memikirkan Tika sudah membuat kejantannya menegang. Aah, sepertinya penisnya juga ikut penasaran ingin merasakan liang senggama adik iparnya.
“Tik… Tika…” Ridho memanggil adik iparnya.
Tika yang berada di kamarnya tidak mendengar suara panggilan Ridho. Ia sedang menggunakan headset untuk melihat video dewasa lewat telepon genggamnya. Di saat tangan kirinya memegang ponsel, tangan kirinya memegang bibir organ intimnya. .
“Aah… ahh.” Tika mendesah nikmat sambil memasukan jari-jarinya demi memuaskan dirinya sendiri.
Ridho jadi kesal sudah berkali-kali memanggil adik iparnya, tapi tak kunjung juga ada kehadiran Tika. Ia berinisiatif untuk masuk ke kamar Tika malah mendengar suara gadis itu mendesah.
Keningnya mengerut. Ridho berpikir, apakah Tika sedang bercinta dengan pria lain? Kalau memang bercinta dengan pria lain apakah pantas dilakukannya di rumahnya? Apakah tidak punya uang buat sewa hotel murah meriah? Sungguh tidak bermodal.
Dengan emosi Ridho memegang handle pintu kamar Tika. Betapa terkejutnya ia saat melihat Tika memejamkan matanya tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya dengan jari jemari memuaskan napsu seksualnya sendiri.
“Busyet, nih anak sering ngewek deh kayaknya sampai kayak gitu,” ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepala heran.
Ridho pun mendekati Tika. Ia sengaja mengulum pucuk gunung kembar milik Tika. Kuluman Ridho membuat Tika membuka matanya, ia sangat terkejut kakak iparnya sedang asyik bermain dengan gunung kembarnya.
“Aah Mas.” Tika mendesah keenakan merasakan kenikmatan.
Ridho menghentikan kulumannya. Ia menatap Tika dengan pandangan b*******h. “Kamu kenapa ga manggil Mas untuk memuaskanmu?”
Tika sangat malu ketahuan sedang memuaskan dirinya sendiri. “Aku kira Mas ga mau tektung sama aku.”
Ridho membelai rambut Tika yang panjang. Ia ingin sekali menikmati tubuh gadis itu dan membuatnya menjerit keenakan karena rudalnya.
“Bukan Mas ga mau, tapi Mas takut merusakmu,” ucap Ridho.
“Mas, aku memang sudah ga perawan lagi jadi ga ada yang rusak merusak,” ujar Tika dengan santai tanpa beban ataupun malu.
“Sama siapa kamu melakukannya pertama kali?”
“Pacar SMA aku dulu di Semarang.”
“Lalu itu yang biasa malam minggu jemput kamu?”
“Ooh Andi. Andi itu pacarku yang sekarang, tapi kami lagi bertengkar seminggu ini sedangkan gairahku sedang pengen-pengennya.”
“Jadi kamu mau nih tektung sama Mas?”
“Hmm… gimana ya Mas.” Tika jadi agak ragu walau dia tau junior Ridho gede dan panjang bisa aja gak keras.
“Apa jangan-jangan kamu takut ketahuan sama Ayu?”
Tika yang tidak ingin menjawab pertanyaan Ridho hanya menganggukan kepalanya perlahan.
“Jangan khawatirkan apapun semua pasti aman dan mas jamin sekali junior mas masuk ke dalam organ intim mu pasti ketagihan.”
“Pengen sih tektung sama Mas, pengen nyobain. Just for fun gitu lah Mas, no relationship. Mas dapat nikmat, aku juga sama.”
“Yakin cuman mau just for fun. Sekali aja kamu merasakan punya Mas pasti ketagihan kayak Mbakmu dulu.”
“Hmm, Mas sebelum nikah udah ngewek duluan sama Mbak Ayu.”
“Iya. Tapi sekarang Mbakmu jadi dingin selalu aja ada alasan untuk menolak Mas.”
Ya iyalah. Mbak Ayu udah keenakan sama punya si buto ijo. Tika berkata dalam hatinya.
“Gimana kalau Mas tektung sama aku kalau pas Mbak Ayu ga mau tektung sama Mas?” tanya Tika.
“Kamu yakin? Nanti kamu malah merasa berdosa lagi karena tektung sama suami mbakmu sendiri,” ucap Ridho yang tidak enak pada Tika.
“Santai aja Mas. Aku ga akan menuntut apapun lagian aku punya pacar yang akan bertanggung jawab kalau ada apa-apa, dia juga bisa memuaskan aku.”
“Beneran nih.”
Tika menganggukan kepalanya. Tanpa membuang waktu ia membuka celana jeans Ridho dan langsung menurunkan boxernya. Terlihatlah b***************n yang mengacung ke depan membuat Tika terperangah.
“Seperti dugaanku, besar!” pekik Tika takjub.
“Kamu pasti akan suka,” ucap Ridho.
“Pastilah Mas, tapi gimana nih dengan permainannya Mas? Oke gak?”
“Pasti oke lah.”
“Serius?”
“Serius dong.”
“Kalau gitu jilmet dong.” Tika langsung membuka lebar kedua pahanya di depan Ridho.
Melihat organ intim Tika yang merah merekah tersebut tentu saja membangkitkan hasrat kelelakiannya. Benda mungil di hadapannya memang lucu dan menggemaskan. Kedua jari jemari Ridho membekap buah p****t Tika yang kenyal. Sambil berlutut, dia mendekatkan wajahnya ke arah benda mungil yang indah itu. Dengan kedua jempolnya mencoba membeliakkan bibir-bibir itu agar terbuka lebih lebar.
Lubang yang sempit, k******s yang genit mengintip, bibir-bibir labia minora yang kemerahan. Keindahan organ intim Tika membuat Ridho terpesona. Ia menatap semuanya itu dengan penuh kekaguman. “Indah sekali Tika.”
Tika tersenyum malu-malu mendengar pujian Ridho, “jilat dong Mas.”
“Iya Sayang.”
Secara perlahan Ridho menjilati secara sistematis. Dari bawah menyisir ke pinggiran paha, terus naik ke pubis yang dijembuti bulu-bulu halus. Setelah itu dia menyisir bibir-bibir bagian luar sekelilingnya, lalu bagian dalam k******s yang sedang mengintip malu-malu itu dihisapnya dengan lembut sambil menjulurkan lidahnya, menyisipkannya ke dalam liang senggama yang masih sempit itu.
Tika langsung memejamkan matanya menikmati serangan yang dilakukan Ridho. Sambil menjambak rambut Ridho, Tika mendesah, “aaah Mas.”
Ridho sengaja terus bermain di bagian bawah Tika sampai gadis itu merintih-rintih meminta ia memasukan.
“Mas… aku ga tahan Mas, minta itu masuk Mas,” ucap Tika yang tidak tahan ingin merasakan kejantanan kakak iparnya.
“Nanti aja akh, Mas lagi males,” ujar Ridho yang sengaja menggoda Tika.
“Astaga Mas. Aku udah nanggung begini masih aja dikerjain.”
“Memohon dulu dong.”
Tika menghela napasnya. Ia mulai kesal dengan kelakuan kakak iparnya yang malah main tarik ulur.
“Mas, aku mohon masukin dong.”
“Dengan senang hati Tika.” Ridho memegang kejantanannya yang sudah tegang untuk masuk ke liang senggama Tika.
Tika menahan napasnya merasakan betapa besar dan panjangnya milik Ridho yang sekarang berada di dalam liang senggamanya. Kejantanannya Ridho lebih besar dan panjang daripada milik kekasihnya, Andi.
“Kenapa Tika? Kok wajahmu kayak gitu,” ucap Ridho yang heran dengan reaksi Tika yang berbeda.
“Perih Mas. Aduuh, Mas besar banget sih,” ucap Tika sambil menggigit bibirnya.
“Udah Mas bilang kan kalau aku itu big size.”
“Huft… mantap banget deh Mas.”
“Mas goyang yaa.”
“Hu’um Mas.” Tika menganggukan kepalanya pasrah.
Sensasi yang dirasakan Tika begitu luar biasa. Baru kali ini ia bercinta dengan pria yang memiliki kejantanan lebih besar daripada milik pacar-pacarnya dulu. Semakin Ridho menggerakan pinggulnya semakin menimbulkan sensasi perih-perih nikmat. Ia sampai merem melek.
Ridho mengetahui kalau kejantanannya mampu membuat Tika merem melek. Ia juga merasakan hal yang sama. Liang senggama Tika begitu rapat dan peret membuatnya miliknya merasakan sensasi kedutan-kedutan yang dari lembah-lembah baru.
Pinggul Ridho terus melesak masuk ke dalam membuat Tika tersentak-sentak saat Ridho menggempurnya tanpa ampun. Keringat peluh pesah sudah membasahi tubuhnya bercinta dengan kakak iparnya membuatnya berpacu dengan adrenalin dan sensasi nikmat secara bersamaan.
“Mas… aku mau keluar Mas.” Tika sudah tak dapat menahan klimaksnya.
“Iya Sayang. Mas cepetin lagi yak biar kamu tambah enak.” Ridho semakin mempercepat pinggulnya agar kejantanannya terus menggesek liang rapet tersebut.
“Aaah Mas… aaah.” Akhirnya Tika mendapatkan klimaksnya pertamanya. Ridho menghentikan gerakan pinggulnya menatap Tika.
“Mas… enak banget.”
“Kamu suka?”
“Suka banget Mas.”
Dengan b***************n yang masih tegak, keras, dan perkasa Ridho memberikan kesempatan pada Tika untuk mengambil napas sebelum dia memporak-porandakan liang senggama adik iparnya yang rapat itu jadi longgar karena gempurannya.
Ridho menatap wajah Tika. Wajah Tika lebih cantik, nikmat daripada Ayu untuk bentuk tubuh Ayu lebih dari Tika. Ayu memiliki body sintal dengan lekukan tubuh seperti halnya gitar Spanyol. Mata Tika dan Ridho saling bertatapan. Tika menarik kepala Ridho melumat mesra bibir kakak iparnya. Mereka saling bermain lidah untuk membangkit gairah.
“Mas, aku mau di atas,” bisik Tika di telinga Ridho.
“Ok Sayang,” ucap Ridho.
Ridho berbaring di atas ranjang dan Tika segera naik ke tubuh Ridho. Ia pun segera memasukan kejantanan Ridho ke dalam liang senggamanya. Lagi-lagi Tika merasakan betapa besar dan panjangnya milik Ridho, tapi kali ini lebih terasa panjangnya karena bisa Ridho masuk sampai menyentuh rahimnya.
“Aduuh, Mas nyeri,” keluh Tika.
“Maaf Sayang. Ini punya Mas mungkin terlalu panjang,” ucap Ridho.
“Ga apa-apa Mas, panjang, tapi bikin nyeri-nyeri enak.”
“Nikmatilah Sayang.”
“Iya Mas. Aku akan tunjukkan kehebatan goyanganku.”
Tika mulai menggoyangkan pinggulnya membuat Ridho mengeluh dan mengerang ketika ia menggerak-gerakkan pinggulnya ke berbagai arah. Tangan Ridho menggapai-gapai tanpa arah dicekam sensasi kenikmatan yang belum pernah dirasakannya selama ini.
Ridho yang berada di bawah merasakan begitu hebatnya goyangan adik iparnya yang terlihat polos, tapi hebat di ranjang. Selama hampir 10 menit Tika "mengulek" kejantanannya Ridho sampai akhirnya ia menemukan tanda-tanda bahwa dia akan kedatangan tamu kenikmatannya. Tika menurunkan badannya dan memeluk lelaki itu dan menciumi bibirnya.
Tika terus menerus bergerak sampai lelaki itu mendekapnya dengan pelukan erat sehingga perut dan susunya menempel erat pada tubuh kakak iparnya tersebut. Mereka terus menerus mendesah merasakan nikmatnya tanpa memperdulikan hal yang lainnya. Hingga tibalah Tika akan mendapatkan klimaksnya untuk kedua kalinya.
“Mas, aku mau keluar lagi, Mas,” desah Tika.
“Bersamaan yaa Sayang.” Ridho juga ikut menggerakan pinggulnya seiring dan seirama.
“Aaah… aaahh.” Tika dan Ridho mencapai klimaksnya secara bersamaan dan mereka melemas bersama sambil saling berpelukan.
Di dalam pelukan Ridho, Tika mendapatkan nikmatnya surga dunia yang tak didapatkannya dari pacar-pacarnya.
“Terima kasih yaa Tika, Sayang,” ucap Ridho membelai rambut panjang adik iparnya.
“Sama-sama Mas. Aku juga makasih yaa sudah memberikan kenikmatan bercinta yang berbeda,” ujar Tika yang lemas dalam dekapan Ridho.
Tika dan Ridho sering melakukan hubungan intim yang terlarang di saat ada kesempatan, bahkan kalau ada Ayu pun mereka saling memuaskan napsu secara diam-diam.