2 bulan kemudian
Ayu merasakan ada yang berbeda dengan Ridho, suaminya. Ridho sekarang seperti tidak membutuhkannya lagi bahkan tak pernah meminta untuk berhubungan intim. Ia pun menceritakan kegundahannya pada Doni, laki-laki idaman lainnya.
“Jadi kamu gusar gitu suamimu sudah dingin,” ucap Doni mendengarkan keluh kesah Ayu.
“Iya,” ujar Ayu.
“Mungkin suamimu sudah punya wanita lain kali.”
Ayu terkejut mendengar perkataan Doni. “Gak mungkin deh Don. Mas Ridho itu hanya mencintai aku.”
“Gak ada yang gak mungkin Yu. Kamu buktinya.”
“Aku kenapa? Aku ga ada berselingkuh dari Mas Ridho.”
Doni tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Ayu. “Kamu ini lucu sekali Yu. Memang hubungan kita apa? Berteman? Kerja kelompok gitu?”
Wajah Ayu berubah jadi masam mendengar pertanyaan Doni yang mengejeknya.
“Kalau suami kamu berselingkuh, kan sama saja sama kamu juga berselingkuh. Jangan sok polos deh Yu,” ejek Doni.
“Ga tau akh Don.”
“Sudahlah jangan begitu. Daripada kamu cemberut begitu mending ntar pulang kerja kita ke hotel yuk. Aku akan memberikanmu kenikmatan yang akan membuatmu lupa dengan semua masalahmu.”
“Iya. Aku tunggu yaa.”
“Ok Don.”
Waktu sudah menunjukan jam 5 sore. Ayu sudah menunggu Doni di hotel bintang dua untuk melakukan hubungan intim dengan Doni. Tapi ia masih memikirkan perubahan-perubahan suaminya, Ridho.
“Masa sih Mas Ridho selingkuh,” ucapnya tidak percaya.
Meskipun ia berusaha untuk tidak percaya dengan perkataan Doni, tapi tak bisa juga dipungkirinya. Mungkin saja memang benar kalau Ridho memiliki wanita idaman lain.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukan jam 7 malam, tapi Doni tak kunjung datang di hotel tempat mereka janjian. Ia mulai kesal kenapa laki-laki itu malah tak menunjukan batang hidungnya. Ia pun mengambil telepon genggamnya menghubungi Doni.
“Halo Mbak Ayu,” sapa seorang wanita di balik ponsel Doni.
Ayu menyerngitkan dahinya. Kenapa malah Nita, istri Doni yang mengangkat teleponnya.
“Halo Mbak… Halo.” Terdengar lagi suara Nita.
“Ooh, Maaf Nita, apa ada Doni?” ucap Ayu menahan rasa kesalnya.
“Mas Doni lagi mandi Mbak. Apa ada yang penting Mbak?”
“Itu Nit, ga penting-penting banget sih. Aku cuman mau nanya tentang email laporan dari Pak Jimmy kok belum masuk.”
“Iya Mbak nanti aku sampai ke Mas Doni setelah selesai mandi ya.”
“Iya Nit. Ooh iya Nita gimana kabarmu dan anak-anak?”
“Baik Mbak cuman yang kecil lagi sakit dan mau nya sama Mas Doni terus jadi deh cepet-cepet pulang tadi.”
“Yaa Tuhan anakmu lagi sakit yaa… udah bawa ke dokter?”
“Abis ini Mbak mau ke dokter sama Mas Doni.”
“Semoga segera sembuh yaa.”
“Terima kasih Mbak.”
Ayu menutup komunikasinya dengan Nita, istri Doni. Ada perasaan sakit dan marah secara bersamaan di dalam hatinya. Bagaimana mungkin Doni lebih mementingkan istri dan anak-anaknya dibandingkan dirinya? Ia menangis menahan rasa sakit sendirian di dalam hotel.
Tak lama ponselnya berdering dan itu dari Doni.
“Kamu pembohong!” teriak Ayu dibalik telepon.
“Apaan sih kamu, Yu. Teriak-teriak ga jelas!” Doni balik marah.
“Kenapa kamu malah pulang dan lebih mementingkan istri dan anak-anakmu? Seharusnya kamu lebih mementingkan aku, Don!”
“Loh, memangnya kamu siapa kok minta lebih di penting?”
Ayu tidak dapat mendapat menjawab pertanyaan Doni.
“Kamu sadar diri dong, Yu kalau kamu bukan siapa-siapa aku! Hubungan kita just for fun ga usah kamu anggap serius. Kamu butuh s*x, aku juga butuh s*x. Ga ada hal yang lainnya jangan pakai perasaan dan jangan ngelunjak kamu!” ucap Doni lagi.
“Kalau gitu mulai sekarang kita putus!”
“Hahaha… memangnya kita ada hubungan apa sampai kamu minta putus. Dasar edan.”
“b******n kamu, Don! b******k kamu!”
“Terserah.”
Ayu memutuskan komunikasinya dengan Doni dan menangis sejadi-jadinya di dalam kamar hotel. Ia sangat menyesal sudah mengkhianati suaminya sendiri hanya demi seorang pria b******n seperti, Doni. Setelah puas menangis ia membasuh wajahnya dan pulang ke rumah untuk kembali pada Ridho.
Sesampainya di rumah tak ada seorangpun di sana. Ia memanggil nama suaminya, tapi tak kunjung datang. Ia pun menghubungi ponsel Ridho.
“Halo Ayu,” ucap Ridho dibalik telepon.
“Mas di mana?” tanya Ayu yang mendengar suara bising di belakang Ridho.
“Lagi sama teman nih.”
“Mas belum pulang?”
“Belum.”
“Kapan pulang Mas?”
“Memangnya kamu udah di rumah?”
“Sudah Mas.”
“Ooh tunggu aja dulu. Mas mau santai dulu sama teman.”
“Mas pulang dong. Aku sendiri di rumah, aku kangen kamu, Mas.”
“Maaf yaa Yu, aku sibuk. Udah dulu yaa Yu.”
Ayu kembali merasakan sakit di hatinya. Setelah Doni menyakitinya sekarang Ridho juga melakukan hal yang sama. Tapi ia yakin kalau suaminya itu pria setia yang tak akan mungkin bisa berpaling darinya.
“Apa mungkin Mas Ridho beneran selingkuh?” tanyanya lagi dengan tak percaya.
“Tika… di mana Tika.” Ayu mencari adiknya ke dalam kamar, tapi tak menemukan keberadaan Tika. “Ke mana anak itu?”
Ayu mengambil ponselnya menghubungi Tika, tapi adiknya tak menjawab teleponnya. Tak lama ada pesan masuk ke dalam ponselnya.
Tika : Maaf Mbak. Aku lagi gak bisa angkat telepon. Ada apa Mbak?
Ayu : Di mana Dek?”
Tika : Lagi sama Winda.
Ayu : Jam berapa pulang? Kamu tau gak di mana Mas Ridho?
Tika : Aku gak pulang Mbak, mau ngerjain tugas di kos Winda. Kalau Mas Ridho, aku gak tau mbak, tapi biasanya kan di rumah.
Ayu : Mas Ridho gak ada di rumah dek. Jangan keluar ke mana-mana kalau udah malam ya di rumah Winda aja.
Tika : Ya, Mbak, tapi kalau masalah Mas Ridho di mana aku juga gak tau Mbak. Seharusnya Mbak yang lebih tau suaminya di mana, aku bukan istrinya. Bukannya malah bagus Mbak kalau rumah sepi, gak ada orang.
Ayu : Gak enak dek. Sepi banget.
Tika : Kalau gitu mending suruh pacar Mbak aja ke rumah kesempatan nih gak ada orang jadi bisa main genjot-genjotan.
Ayu : Mbak udah putus sama pacar Mbak.
Tika : No comment Mbak. Udah dulu yaa Mbak, aku mau ngerjain tugas lagi.
Ayu : Iya. Hati-hati yaa jangan keluar-keluar dari kos, sudah malam.
Tika : Iya Mbak.
Ayu terdiam di dalam kamarnya. Ia menangis sendirian di atas ranjang sambil merasakan sakit hati atas perbuatannya sendiri. Ada perasaan menyesal menggelayut di dalam hatinya. Ia merindukan suaminya, Ridho yang dulu selalu ada untuknya, tapi sekarang entah ke mana.
"Ayu hubungi kamu juga Tik?" tanya Ridho.
"Iya Mas. Kasihan juga Mbak Ayu sendirian di rumah."
"Paling juga nanti cowoknya datang. Mereka main genjot-genjotan."
Tika yang di dalam dekapan Ridho terkejut sekaligus khawatir. Apakah selama ini Ridho tahu kalau Ayu selingkuh? Tahu dari mana? Yang ia tahu Ayu dan pria idaman lain kakaknya cukup rapi dalam menutupi perselingkuhan mereka.