Dava merenggangkan otot tangannya yang kebas pagi ini, Dava tersenyum saat mengingat jika tangan kebasnya karena Ia mendekap erat Dea dalam pelukannya. Dava juga tidak mengizinkan Dea menggunakan bantalnya, Dava meminta Dea untuk tidur dengan bantalan lengannya. Walau Dava tahu akan seperti ini jadinya, namun untuk Dea. Apa yang tidak mungkin Ia lakukan, mungkin Dia memiliki kekurangan. Namun di depan Dea, Dava ingin menjadi pria yang dapat diandalkan. Dava tahu jika kesempurnaan bukan miliknya, namun menjadi orang yang bisa diandalkan adalah pilihan hidupnya dalam kehidupan pernikahan ini. Dava semakin melebarkan senyumnya saat menghirup aroma rempah khas Indonesia, Dava menyibak selimut berwarna Abunya lalu kakinya menggantung sebentar untuk melancarkan peredaran darahnya. Dava memakai

