Mengenang

2144 Words

Dava menunggu dengan sabar saat ponselnya menunjukkan berdering namun panggilannya tidak di angkat sama sekali. Di tempat orang yang sedang Dava hubungi kali ini masih siang, seharusnya mereka sedang libur kuliah juga. Namun entah kenapa ponsel kedua sahabatnya itu masih tidak di angkat saat Ia hubungi. Dava mencoba berkali-kali dan saat Dava akan menyerah, wajah seorang sahabatnya sudah memenuhi layar ponselnya. "Dav." Dava tersenyum. "Eh Lo monyet, Gue telfon kenapa enggak di angkat?" Maki Dava, namun Dava senang melihat wajah pria di layar ponselnya yang sepertinya sedang mengelus d**a itu. "Ya ampun Dav, mulut Lo tuh gunain buat tanya kabar dulu kek. Salam kek, belum-belum Lo sudah maki orang saja." Dava tidak bisa menyembunyikan tawanya. "Iye-iye lagi dapet ya Lo? Lo apa kabar?" P

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD