Mobil berhenti di depan sebuah bangunan tua dengan dinding berwarna putih yang sudah pudar. Revan sengaja tidak masuk halaman rumah sakit dan memilih memarkir mobil di jarak cukup jauh dari bangunan rumah sakit. “Aku ingat tempat ini, Dra. Sebelum dibawa masuk ke sini, salah satu anak buah Ardan menusuk bagian leher Gista dengan alat suntik. Gista trus nggak sadar diri,” jelas Silvia. “Jadi Gista masih sadar waktu kamu dan Romi bawa keluar unit apartemennya?” “Iya masih sadar, meskipun darah terus mengalir dari perutnya. Dia masih kuat bicara kok sama aku. Dia minta aku untuk menolongnya, dan aku meminta dia untuk bertahan.” Andra meminta Silvia untuk menunggu di dalam mobil saja dan mengingatkan Silvia supaya jangan meninggalkan mobil meski hanya sebentar. Sementara Andra da

