"Jadi Mbak Dita investor Fix It-nya?" tanya Silvia. Perasaannya campur aduk saat ini. Antara firasat buruk dan batinnya tidak terima karena merasa telah dipermainkan oleh Dita. "Iya betul. Kamu tidak suka?" "Jadi dari awal pertemuan kita, Mbak Dita sebenarnya sudah tahu kalau aku istrinya Andra? Gitu juga sebaliknya?" tanya Silvia dingin. Dita tersenyum mencemooh. "Benar tapi tidak sepenuhnya benar. Dan justru karena itu juga saya setuju-setuju saja waktu Andra mengatakan akan ada stasiun televisi yang ingin menggunakan kafe kami sebagai lokasi syuting," jawabnya dengan nada bicara yang terdengar begitu angkuh. "Apa Andra tahu kalau kita saling kenal sebelum ini?" "Saya tidak pernah bercerita pada Andra soal itu. Entah kamu." "Aku juga nggak pernah menyebut nama Mbak Dita. Begitupu

