Nindy bingung saat melihat kakak perempuannya keluar kamar di pukul tujuh pagi dengan pakaian rapi dan menarik sebuah mini travel bag. Nindy berharap kakak perempuannya lupa mengunci pintu kamarnya seperti hari itu. Sayang sekali doanya tidak terkabul. "Kak Dita mau ke mana pagi gini?" tanya Nindy saat melihat Dita melenggang mendekati dapur. "Kakak mau nengok nenek sekalian mau mengurus penjualan lahan. Ada beberapa kendala yang membutuhkan campur tangan kakak," jawab Dita setelah meneguk segelas air dingin untuk membasahi tenggorokannya. "Berapa hari di sana?" "Belum tahu. Kamu jangan keluyuran. Setiap mau ke mana-mana harus laporan pada Kakak. Awas saja kalau kamu keluar apartemen tanpa ijin dari Kakak." "Iya, Kak. Kalau boleh tahu lahan mana yang mau dijual?" "Lahan yang atas

