Sudah dua jam Syifa belum bangun dari pingsan nya. Althaf begitu khawatir. "Ayah, Bunda kenapa?" Tanya Rindu. "Bunda pingsan sayang." Rindu duduk di samping Bunda nya. Dia memeluk Syifa dengan erat. "Bunda bangun." Lirih Rindu. Althaf hanya diam saja, Althaf semakin menyesal. "Rindu berangkat sekolah nya bareng sopir aja ya." Ucap Althaf lembut. Rindu mengangguk dan pamit kepada Ayahnya. "Rindu berangkat dulu ya Ayah. Assalamualaikum." Althaf tersenyum. "Waalaikumussalam." Tidak lama kemudian tangan Syifa bergerak, matanya pun perlahan terbuka. "Syifa." Panggil Althaf. Syifa langsung mendongak kaget, sungguh dia sangat takut sekarang. Ucapan Althaf dan kejadian malam tadi selalu terngiang-ngiang di kepala nya, Syifa pun menjauhi Althaf. "Syifa maafkan saya." Lirih Althaf. Syi

