Bab 21

851 Words

Syifa duduk sendiri, melamun memikirkan ucapan Althaf yang membuat hati nya sakit. Saya tidak sudi punya anak dengan wanita seperti kamu.. Tidak sudi... Kamu itu benalu... Kata kata itu terus saja terngiang di telinga Syifa. Matanya memanas mengingat itu semua. Air mata nya kembali jatuh, untuk kesekian kalinya oleh orang yang sama. Segitu bencinya Althaf kepada Syifa. Kata kata yang Althaf lontarkan selalu saja berhasil membuat Syifa sakit hati. "Astagfirullah." Gumam Syifa. Dia tidak boleh berfikiran negatif kepada orang lain, terlebih Althaf itu adalah suami nya. "Bunda." Panggil Rindu. Syifa menoleh dan langsung menghapus air mata nya. "Iya sayang." "Bunda nangis?" Tanya Rindu. Syifa menggeleng lembut. "Nggak sayang." "Kelilipan Bun?" Tanya Rindu lagi. Syifa mengangguk sam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD