Akhir akhir ini Syifa banyak diam dan melamun. Mungkin Syifa masih sedikit sakit hati karena ucapan Althaf tempo itu. Althaf pun merasa heran, kenapa Syifa tiba tiba menjadi pendiam seperti ini. Tapi Althaf tidak mempedulikan nya. "Sayang hati hati ya di jalannya. Entar Bunda jemput." Ucap Syifa. "Iya Bunda. Lindu belangkat dulu ya, assalamu'alaikum." Ucap Rindu mencium tangan Syifa. Althaf yang hendak melangkah menuju keluar apartemen pun terhenti ketika Syifa memegang tangannya. "Mas, kenapa nggak sarapan?" Tanya Syifa. Bagaimana pun Syifa ini istrinya, dia harus bisa melayani suami nya dengan baik. Sebesar apapun Althaf membenci nya, tetap saja Syifa khawatir kalau Althaf jatuh sakit kembali. "Saya sarapan di kantor." Ucap Althaf. "Setiap hari selalu di kantor?" Tanya Syifa. "

