Semua orang terkejut dengan kehadiran Leon. Wajahnya masih diingat jelas terutama oleh Julius yang kala itu mengusirnya dengan kasar. Sekarang pria itu muncul lagi di hadapan Julius dengan penampilan dan aura yang sama sekali berbeda. “Kau, bukankah kau...” gumam Julius mengingat-ingat nama Leon. Leon pun tersenyum, kali ini sedikit menyombongkan dirinya, “tampaknya kau tidak lupa denganku, Tuan Julius,” katanya, “ya, aku Leon, pria yang dahulu pernah menjalin hubungan asmara dengan putrimu, Camila,” lanjutnya. Julius mendelik ketika mendengar nama itu lagi. Bukan karena terkejut akan kemunculan Leon lagi. Melainkan penampilannya yang serba mahal. Yang ia pikirkan adalah, dari mana Leon mendapatkan uang agar bisa berpenampilan layaknya orang kaya? “Jangan kau pikir aku ini pemuda misk

