30. Intrik Dinda dan Lusiandra

1453 Words

Saat itu aku berada di sebuah ruang kantor yang jarang dipakai, tepat di lantai bawah Fakultas Kedokteran. Cahaya lampu remang-remang membuat sudut ruangan ini terasa penuh misteri, dengan aroma kertas dan debu yang melekat di udara. Di sinilah aku, duduk di kursi kayu tua sambil menatap layar laptop yang menyala. Di hadapanku, tampak rekaman video yang sama persis dengan milik Dinda, tetapi kali ini tanpa manipulasi apa pun. Video asli, tanpa editan. Rendra benar-benar cekatan dalam hal ini. 'Kalian tidak akan bisa lepas dari hukuman yang sudah aku rencanakan.' Aku berbicara dalam hati sambil mengepalkan tangan kuat-kuat saat ini. Aku menghela napas panjang, memandang layar sejenak sebelum mematikannya. Di luar ruangan, aku melihat Dinda berjalan menuju kantor Lusiandra dengan langkah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD