39. Kecelakaan di Balik Senyuman

1485 Words

Aku masih bisa mendengar suara itu, meski samar, seolah tak nyata. "Dokter Aya, dokter Bening... mengalami kecelakaan." Perawat Intan mengucapkannya pelan, tapi cukup membuat kami berdua—aku dan Gading—terdiam di tempat. Seolah aliran darah di tubuhku membeku seketika, rasa sesak di d**a mendesak air mata naik ke pelupuk mata. Ini semua tak masuk akal. Bening baru saja pergi, beberapa menit lalu. "Gading, ini bukan mimpi. Aku menampar pipiku dan ini sangat sakit," kataku sambil merasakan rasa panas yang menjalar di pipi sebelah kiri. Gading sangat paham jika aku saat ini sangat sedih juga kaget. Dua hal yang terjadi bersamaan itu membuat hati dan pikiran ini kacau. Ya, aku jelas merasa sangat bersalah saat ini. Seperti apa pun, Bening adalah orang yang selalu menolongku saat kesulitan.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD