1.5

1119 Words

  “Hai, Hilara!” sapa sang tamu riang. Hilara kaget, orang ini mengetahui namanya. Pintu apartemen belum terbuka sepenuhnya. Sengaja Hilara berdiri di ambang pintu waspada terjadi apa-apa, dia mudah masuk kembali. “Tante ..., maksudnya Kakak siapa ya?” “Nggak apa-apa, panggil Tante aja. Aku Sarah, teman ayah kamu. Juna minta aku menginap di sini selama dia di luar kota,” ujarnya. “Boleh masuk?” Aneh, Juna tidak bilang-bilang akan ada temannya yang datang. “O-oh, boleh, Tan.” Hilara tergagap membukakan pintu lebar-lebar. Masih percaya nggak percaya Sarah itu teman ayahnya. Ketukan sepatu memasuki ruangan. Sarah menyimpan tas di sofa, lalu pergi ke dapur mengambil minuman. Hilara sendiri bergeming memperhatikan kegiatan Sarah di dapur. Sebagai tamu, Sarah terlalu hapal letak can

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD