3.9

1547 Words

"Dila!" Fadila tergugu, mengenali suara seseorang memanggilnya di belakang. Fadila memutar tubuh perlahan. Di sana ia menemukan sosok pemuda berjaket hitam tersenyum lebar padanya. "Dila, kamu lama banget. Aku jamur nih nunggu kamu." "Ken?" Fadila terbelalak merasakan sentuhan Ken di tangan. Lantas Fadila menoleh ke kanan dimana tempat tidur Hilara seharusnya. Hilara dan suasana di tempat itu berbeda. Ini asing sekaligus familiar. Ketika Fadila kembali menatap lurus lukisan Ken tadi benar-benar berubah menjadi sesosok siswa berjaket hitam. Perlahan kamar bernuansa merah muda dan putih itu berubah. Bagai pergerakan domino, temboknya mengubah diri menjadi tempat lain. Sebuah lorong berpilar-pilar dekat taman. Fadila mengenali tempat ini, SMA Deltaepsilon beberapa tahun lalu ketika

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD