"Kok digetok?" Juna melototi Sarah yang baru saja datang memukul kepalanya. "Kamu itu ya, masa aku baru tahu kamu sakit tadi subuh!" Sarah berkacak pinggang. Pasti dia tahu dari Bahar. Juna menghela napas, sudah dibilang jangan bilang malah bilang. Susah payah dia bangun dari tempat tidur, Sarah membantunya. Wajah pucat Juna, ia amati. "Benaran sakit ya? Udah aku bilang, kan, kamu itu nggak boleh mikir aneh-aneh. Nanti aku minta Bahar supaya kerjaan kamu dikurangi. Kecapaian, kurang istirahat, kamu pikir punya badan robot?" gerutu Sarah luluh juga, membantu Juna mengambil minum di nakas. "Lihat sekarang, kamu sakit siapa yang repot? Semua orang." "Oh, jadi lo repot ngurue gue?" "Ya, iya. Pake nanya lagi!" Juna terkekeh. Menilik penampilan Sarah, perempuan ini pasti akan per

