1.9

1309 Words

Sesuai permintaan Bahar, Hilara enggan memperlihatkan diri di hadapan Juna. Dia langsung berlari ke kamar. Mengurung diri hingga malam tiba. Tidak ada ajakan Juna untuk makan malam. Biasanya Juna cukup bawel soal makan. Hilara merasa aksi menghindarnya kali inipercuma. Juna pasti masih marah, kesal, kecewa. Hilara menyalurkan kecamuk yang mengantui ke dalam coretan tanpa arah. Tanpa ragu ia menyobek kertas-kertas berisi sketsa gagal. Kertas malang itu dibuang asal. Hingga remasan kertas berserakan di lantai kamar. Perasaan Hilara sungguh tak tertolong. Setengah jam lalu Tera menghubunginya. Mereka sering bertukar kabar sejak Hilara ikut Juna ke ibu kota. Hari ini Tera pamer keseruan perayaan ulang tahun Adit. "Ah, udah ah. Jangan dulu ceritain keseruan kalian di sana. Kesel tahu! A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD