20.

604 Words

Happy reading! ******* "Engghh," Cla menggeliatkan tubuhnya. Silau cahaya matahari pagi dari celah gorden jendela kamar yang terbuka menganggu tidur cantiknya. Cla perlahan membuka kedua matanya yang terasa berat dan berdenyut. Ia bangkit perlahan dari rebahannya, duduk memperhatikan sekeliling dengan seksama. "Kenapa kamar Vaye jadi besar sekali ya." gumamnya masih belum sadar dimana ia berada sekarang. "Seperti rumah Stev." kekehnya saat menyebut nama pria yang ia rindukan. "Eeh, Stev?" kagetnya melotot sempurna seraya turun dari ranjang. Tepat saat ia berdiri, Stev masuk ke dalam kamar dengan membawa nampan berisi makanan di tangannya. Cla terdiam di tempatnya berdiri saat ia melihat sosok pria yang selama ini telah mengacaukan pikiran dan hidupnya. "Selamat pagi, kau sudah b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD