"Gak tau juga, itu mie goreng kamu uda datang ucap Gery."
"Ia Ger, punya kamu belum, aku nunggu punya kamu juga biar makan sama ucap Resya."
Gak berapa lama makanan Gery pesan datang juga, mereka makan bersama Gery memberi potongan daging dan letakan di dipiring Resya.
"Makasih Ger ucap Resya."
"Biar perbaikan gizi lu ucap Gery."
"Ger, nanti temeni belanja dulu boleh buat peralatan sekolah, mumpung lagi di layar ucap Resya."
"Boleh sih masih pagi juga, ke Mall aja ya ucap Gery."
"Boleh deh ucap Resya."
Mereka segera menyelesaikan makannya, kentang gorengnya dibungkus jadinya, buat cemilan di jalan kata Resya.
Mereka melajukan motor menuju Mall, di simpang lampu merah mereka berhenti untuk menunggu lampu hijau.
Resya seperti ada yang memanggil tapi suaranya kecil banget, mungkib karena pakai helm.
"Resya, hey Resya ucap Bima di belakang mereka."
"Kirain siapa?nakutin aja luh ucap Resya."
"Kamu ngomong ma siapa ucap Ger."
"Itu orang di belakang kita ucap Resya."
"Ooh,kamu kenal ucap Gery sambil melirik spion motornya."
"Kenallah, yang nolongin aku pas jatuh kemarin ucap Resya."
"Sory kemarin itu, kamu menghadap kedepan aja ucap Gery dan melihat spion cowok itu buat tada love korea segala.
Gery segera melajukan motornya ke Mall.
Sesampai di Mall mereka menuju tempat jual perlengkapan sekolah. Resya memasukan beberapa barang ke keranjang, Gery juga ikut mengambil beberapa barang masuk ke keranjang Resya.
"aku mau kesana ke toko komik ucap Gery."
"Oke ucap Resya."
Rasya sudah selesai memilih barang dan menunggu Gery selesai memilih komik yang ingin dia beli .
"Kamu uda siap ya ,Maaf bingung nentuin yang mana ucap Gery."
"Kamu suka baca komik ya ucap Resya."
"Ia, kamu suka gak ucap Gery."
"Aku belum pernah baca itu ucap Resya."
"Ha! Yuk aku beliin mau gak ucap Gery."
"Boleh deh tapi pinjam punya kamu aja ucap Resya."
"nanti malam aku bawakan untuk kamu ucal Gery."
"Oke, yuk bayar ucap Resya."
"Uda kamu tunggu disana saja, biar saya yabg bayarkan ucap Gery sambil mengambil keranjang dari Reysa."
"Ih gak enak ini uang aku ucap Resya meletakan uang di kerjang dan segera duduk di kursi tunggu."
Gery segera membayarnya, dia meletakkan uang itu di dompet pena yang di beli Resya.
Resya dan Gery turun ke lantai dua dan mengkuti Gery ke toko tas.
Gery memilih tas dan dia juga memilihkan untuk Resya, tau kalau Resya gak bakal mau terima kalau ke toko yang bermerk.
Sehabis ke toko tas mereka menuju time zone sebentar, menunggu jam makan siang baru pulang.
"Yuk Res main itu kita ucap Gery."
"Gimana mainya ucap Resya."
"Kamu jarang ya main di time zone begini ucap Gery."
"beberapa kali aja, aku suka makan kuliner viral yang pedagang kaki lima ucap Resya."
"Ia kah, coba nanti rekom dong ke aku, aku juga suka makanan seperti itu ucap Gery."
"Kamu libur aku ajak makanan enak-enak, gantian aku yang teraktir kamu ucap Resya."
"Oke deh ucap Gery mengengam tangan Resya dan menuju parkiran."
Mereka kembali ke rumah,dan Gery segera pamitan pulang kerumah ada janji dengan Mamanya.
Resya segera membereskan barang yang dia beli .
Resya menunggu Ikhsan untuk makan siang bersama, kali ini mereka bisa sedikit santai dirumah, biasanya sudah di toko.
"hmmm loh jalan ma cowok ya ucap Ikhsan yang baru pulang sekolah."
"Itu Gery, abgnya Bayu ucap Resya."
"Oh ku kira Kakak ma cowok mana gitu, Kakak dekat banget duduknya di boncengan ucap Ikhsan."
"Ih adekku mulai posesif ma Kakaknga sekarang cie cie ucap Resya mengoda adiknya."
"Apasih ucap Ikhsan langung masuk ke kamar."
Resya segera ke toko bantu bunda kembali.
"Nak gimana tadi ucap Bunda."
"Alhamdulilah, lancar Bunda ucap Resya."
"Uda beli semua perlengkapannya, ada yang kurang gak ucap Bunda."
"Sudah lengkap semua, Gimana Kak Astri uda bisa?ucap Resya."
"Alhamdulilah Resya sudah ucap Astri."
***
Sesampai dirumah Gery ganti pakaian dan segeran turun untuk makan siang. Gery menuruni tangga rumah tapi sepertinya rumah sunyi.
"Bi Bayu dan Mama kemana?
"Itu den Ibu lagi di kamar, den Bayu belum pulang ucap bibi."
Gery segera makan dan kembali ke atas untuk istirahat dsn membaca komiknya yang baru di beli.
Gery membaca beberapa bab dan teringat mau pinjamkan Resya komik, dia memilih beberapa di lemari buku koleksinya.
Resya beberapa kali menghubungin Gery tapi gak di angkat, dia heran ada uang di dompet pelengkapan tulisnya.
Ponsel Gery lagi mode senyap dan di cash juga terlebih dia males banyak cewek-cewek yang chatin dia terus dan kadang menelponnya.
Sebel dengan Dona teman sekelasnya yang beberapa kali mencoba mendekati bahkan mengodanya.
Gery merebahkan tubuhnya dan membaca komik kembali.
"Sayang yuk, Mama sudah siap nih ucap Mama dari pintu kamar Gery."
"Bentar Ma Gery ganti pakaian dulu ucap Gery."
Gery segera ganti pakaian dan segera turun kebawah.
Mama sudah menunggu di dalam mobil, Gery langsung masuk keruang kemudi.
Gery melajukan mobilnya ke Mall yang lebih besar dari yang tadi, di sini tempat barang brend ternama semua.
Gery hanya mengikuti Mamanya dari belakang saja.
Hal pertama Mama masuk ke sebuah toko memilih tas dan pakaian. Kedua Mama ke toko Jam tangan untuk kado Papa. Ketiga ke toko sepatu dan membeli ikat pinggang juga.
"Nak bagus gak ucap Mama sudadh di toko perhiasan."
"Bagus Ma ucap Gery."
Mama mebeli beberapa perhiasan juga.
"Ger yuk ikut Mama beli accesoris buat pacar kamu sebagai hadiah ucap Mama."
"Ma jangan yang mahalan soalnya orangnya sederhana ucap Gery."
"Oke deh, kesitu aja kita ucap Mama."
Mama masuk sebuah toko dan memilih beberapa accesoris, masker wajah dan beberapa lainya.
Mama saat ini masih membaya belanjaanya, Gery hanya menunggu di kursi tunggu dengan semua barang bawaanya.
Gery melirik kesana kemari menunggu Mama siap belanja.
"Hai Ger ucap Dona dan temannya."
"kalian disini ucap Gery."
"Ia tadi kami belanja disini Ger, kamu ma siapa kemari ucap Dona dengan sokapnya."
"Temeni belanja Mamaku ucap Gery."
"Ger sama siapa itu nak ucap Mama sambil menyipitkan matanya."
"Hai Tante, kami duluan ya Tante ucap Dona dan segera pergi."
"Kenapa mereka buru-bur gitu ya Nak, Mama pernah lihat mereka tapi lupa dimana ucap Mama."
"Gak tau Ma, mungkin mereka mau balik kali Ma ucap Hana."
"Yuk balik, Mama uda selesai juga belanjanya."