Bab VI Kado

1020 Words
Hari ini Gery mengutarakan ingin mengajak Resya untuk hadir di ulang tahun Papanya bersamanya. Dia datang ke toko Resya dengan membawa beberapa komik. Motornya sudah di parkirkan di depan toko. "Resya ucap Gery dan yang melihat Ikhsan juga." "Duduk Ger ucap Resya." Mereka ambil sedikit dekat dengan toko saja, karena kalau yang bisanya bakal ramai anak-anak nongkrong. "Ini Komiknya ucap Gery beri Paperbag." "Aku mau ngomng sesuatu ucap Resya." "Ia aku juga mau ngomng sesuatu ucap Gery." "Ya uda kamu duluan aja ucap Resya." "Kamu aja duluan sya ucap Gery." "oke aku duluan, kamu kembalikan uang aku tadi ucap Resya." "Buat pegangan kamu uangnya ucap Gery." "Oke deh, sekarang kamu ucap Resya." "Gini, mau gak temeni aku di acara ultah Papa aku sebagai pacar, biar gak ada yang deketi aku dan gak di jodoh-jodohin ucap Gery." "Aku malu Ger, soalnya aku dari kalangan biasa ucap Resya." "Semuanya aku yang atur kamu tinggal dateng bareng aku aja ucap Gery." "Aku tanya Bunda dulu ucap Resya." "Kabarin aku secepatnya Resya ucap Gery." Suara beberapa motor datang mikik Bima dan kawan-kawan. Gak berapa lama Bayu juga datang dengan motornya. Mereka duduk di tempat masing-masing. "Res bilang juga ma Bunda kamu disini bisa jadi tempat bisnis cemilan gitu buat anak nongrong, bisa tambah kursi lagi ucap Gery." "Ia juga sih ucap Resya sambil menjuali semuanya." "Ger mau minum apa biar sekalian ambilin ucap Resya." "Mineral dingin saja ucap Gery." "Yakin itu saja, aku uda pesan makanan online buat kita ngobrol." Benar saja makanan itu sudah sampai dan Gery keluar mengambilnya. "Bg loh ngapain disini ucap Bayu." "hmm main aja ucap Gery mengaruk kepalanya." "bagi dong makanannya ucap Bayu." "Beli sendiri loh sana ucap Gery kembali ketempatnya." Tempat duduk mereka di belakang memang tertutup grobak yang gak si pakai. "Bim uda punya pacar dia ucap Teman Bima." "Selagi janur kuning belum kelihatan rebut ucap Temannya lagi." "Kalian ini ada saja ucap Bima." "Res itu ada tikus ucap Gery." "Ha!! Ucap Resya yang duduk di pangkuan Gery repleks." "Ih turun, kamu sengaja ucap Gery." "Sory Ger aku takut tikus ucap Resya." "Awas aku usir dengan sapu ucap Gery." Yang namanya wanita pasti menjerit karena itu, yang lain ikut kerja sama membantu menangkap dan membuang tikusnya." Selesai drama tikus semuanya kembaki ke seperti semula. Sekitar pukul sebelas mereka balik semua, Gery membantu Resya menutup Toko, Ikhsan pamit karena sakit perut. Gery segera mengantarkan Resya ke rumahnya, Bayu juga mengikutinya ingin pulang bersama Abgnya, heran motor besarnya sekarang berubah jadi motor metic biasa. Mereka segera kembali kerumah mereka. Sesampai dirumah mereka langsung menuju kamar masing-masing. "Bang Motor lu mana ucap Bayu." "Lagi tukeran ma teman, aku pingin beli motor juga nih yang metic ucap Gery." "Kenapa gitu ucap Bayu." "Udalah, aku ngantuk mau tidur besik pasti sibuk ulang tahun Papa ucap Gery meninggalkan adiknya dan segera masuk kamar. Gery segera menganti pakaian dengan piyama tidurnya. Tema mereka warna hitam pria dan maron wanita. Gery memesan baju untuk Resya di salah satu butik teman Mamanya. Besok pagi segera mgambilnya dan memberika ke Resya. Ger boleh sama Bunda tapi pulangnya jangan malam banget(Resya). Oke, besok aku antar baju kamu biar sesuai tema kami (Gery) Oke (Resya) Gery segera tidur, gak sabar menunggu pagi. *** "Bund Resya di ajaka acara ulang tahun Papa Gery, boleh gak Bun ucap Reysa." "Boleh tapi jangan pulang malam, jaga sopan santun di sana ya nak ucap Bunda." "Ia Bun, Makasih ucap Resya." Segera chat Gery kalau di bolehin Bunda buat hadir ke acara, tapi bingung kado dan pakaiananya. Resya tinggal beli kado saja, pakaian dari Gery nantinya. Masih bingung kado apa untuk Papanya Gery terlebih orang kya punya semuanya. Resya mulai memejamkan matanya dan kadonya besok dia pikirkan kembali. *** Pagi hari yang cerah Resya bangun membersihkan rumah, dia juga siap buat belanja karena sarapan sudah siap tersaji di meja makan di buat oleh Bunda. Resya dengan motornya ke warung langganan mereka. Resya mmbeli beberapa bahan yang sudah di catatnya. Bakso mentahan menjadi favoritnya untuk stok di rumah, membeli sayur buat sop dan ayam juga. Dia juga membeli tulangan sapi buar nambah aroma wangi di sopnya nanti dengan beberapa bakso. Setelah itu Resya mengambil pesanan ayam Bunda di tempat langanan. Resya mulai jalan balik kerumah, dia berpapasan dengan Bima dan mereka hanya tegur sapa dengan suara tlekson. Resya memarkirkan motornya di dalam rumah dan menutup pagar rumah kembali. Resya mulai membantu Bunda untuk masak sop dan goreng ayam kalasan saja. Aroma baru tumis bumbu saja uda kemana-kemana, Bunda buat ini agar Ikhsan mau makan terlebih semalam dia sakit perut. Selesai masak mereka duduk dan berbincang bersama di kursi ruang TV. "Bun gimana kita tambah jualan cemilan di samping toko Bun ucap Resya." "Kamu mau dapat ide dari mana, Bunda dan Om Prend sempat berpikir begitu ucap Bunda." "Gery Bun ucap Resya." "Bunda ma Om Prend lagi diskusi ucap Bunda." "Ciele Bunda ucap Resya memgoda Bundanya." "kamu nih Resya, uda Bunda mau ke Toko sekalian bawak makan siang sih Astri ucap Bunda." Terdengar suara motor sudah masuk ke dalam gerbang, dia sudag mengenaki itu Gery. "Assalamulaikum ucap Gery." "Waalaikumsalam masuk aja Ger ucap Resya." "Ia Res ucap Gery masuk dengan membawa totebag." "Ada nak Gery uda makan belum ucap Bunda." "Ia Bun ucap Gery menyalamin Bunda." "Resya ambilin nih makan Gery, letak sopmya di mangkung ucap Bunda " "Ia Bunda ucap Resya segera ke dapur." "Uda gapapa, Bunda tinggal dulu ucap Bunda." "Resya jangan banyak-banyak ya ucap Gery sudah duduk di meja makan." "Yakin ini masakan aku loh ucap Resya." "Ia yakin ucap Gery." Resya sudah menyuguhkan nasi dan sayur sop beserta ayam goreng juga di hadapan Gery. Gery yang gak terlalu suka sop menikmati itu segar dan lezat. Menyantap makanan sampai bersih makan dan mangkuknya. "Kamu doyan atau memang kelaperan Ger ucap Resya." "Keduanya, lezat, makasih ucap Ger tersenyum tipis." "Ger aku belum beli kado untuk Papa kamu ucap Resya sambil menambahkan minum Gery di gelasnya." "Gak usah aku uda siapin namanya dari kita berdua ucap Gery." "Benar Ger, isinya apaan ucap Resya." "Dasi ucap Gery." "Beneran gapapa Ger ucap Resya." " Ia beneran, aku balik dulu ya, Sore aku jemput, makasih makannya ucap Gery.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD