Bab VII Perkenalan

1039 Words
Resya danda di bantu Bunda, make up tipis-tipis saja. "Bunda pulang Malam, mau nemeni om Prend ke acara rekan bisnisnya, sekalian cari relasi Bunda ucap Ke Resya." "Ia Bun, bakal punya Papa baru nih ucap Resya." "kamu nih ucap Bunda tersipu malu sambil mecubit pipi Resya gemas." Gak berapa lama terdengar suara mobil berhenti dirumah mereka. "Sepertinya suara mobil tu di depan ucap Bunda" "Bun, Kak temenmu uda jemput nih ucap Ikhsan." "Ia bentar ucap Resya." Mereka keluar dari kamar, Gery curi-curi pandang dengan Resya bersalaman dengan Bunda dan segera pamit. Didalam mobil Gery berkeringat, sesekali curi pandang ke Resya. "Ger ini buat lap keringat kamu ucap Resya memberi sebuah tisu." "makasih ucap Gery." "Ger aku deg deg an nih ucap Resya." "Santai saja ucap Gery mengengam tangan Resya ya dingin." Sesampai dirumah Gery langsung masuk dengan Resya, Gery tidak melepaskan gengam tanganya. "Asssalamualaikum Ma ucap Gery." "Waalaikumsalam, loh ini kan Resya ucap Bu Cika." "Ia Ma, pacar Gery ucap Gery sambil mengedipkan mata ke Resya." Resya langsung menyalam kedua orang tua Gery. "Mantuku manis juga orangnya, gak salah pilih Gery, ajak masuk dong Ma ucap Papa." "Yuk masuk nak, ucap Mama mengenggam tangan Resya dan membawa duduk di ruang tamu." Resya dan Mama Gery saling ngobrol dan anak suami serasa di cuekin. "Ma Pa ucap Bayu." "Lama banget kamu keluar dari tadi kami tungguin kamu ucap Mama." "Aku mau kenalin seseorang Ma, sini masuk ucap Bayu." "alo tante Jesi ucapnya sambil menyalami semuanya." "Waduw calon mantu komplit datangnya ucap Papa tersenyum." "Loh ada Kak Resya disini ucap Bayu heran." "Pacar kakak kamu ucap Mama." "Pantesan di toko mulu lu Bang ucap Bayu." Bibi mengantarkan beberapa cemilan dan minuman disana. Mereka saling berkenalan dan ngobrol satu sama lain masih ada waktu acara malam. Mereka di pinjami baju Mama soalnya takut kotor baju mereka. Gery dan Resya duduk di tepi kolam ngobrol berdua sekarang. "Gimana masih gugup ucap Gery." "Gak sih ucap Resya." "Bang kami gabung disini ya, bosen di dalam ucap Bayu." "Silahkan, sedikit jauh dari kami ucap Gery." "Ihh tenanglah ucapnya tersenyum." Mereka benaran menjauh kepojok kolam." "Sya bisa berenang gak ucap Gery." "Bisa gaya batu ucap Resya." Gery tertawa dengan polosnya Resya memjawab gaya batu. "Nanti belajar ucap Gery." "Loh mau ajarin aku, nanti modus saja ucap Resya." "Mau, modus sedikit gapapa, sebagai bonus ucap Gery." "kamu Ger ucap Resya mencubit perut Gery." "Ampun Res, nanti kita di kirain aneh-aneh ucap Gery." "Tuan ini taru mana ucap Bibi." "Meja saja bi ucap Gery." Gery dan Resya mau bangikit bersamaan hinga Gery terjedut kening Resya. "Aduh! ucap Resya." "Kamu gapapa ucap Gery mengelus kening Resya." "Ia gapapa Ger, salah aku juga mau bangkit ucap Resya." "Ya uda sini saja, aku ambil cemilan dan Minumnya ucap Gery." Ger lu dimana kami di depan rumahmu(Grup Rex) Ger lama amat (Grup Rex) Masuk saja aku di kolam ma doi (Gery) "Teman aku kemari gapapa ya gabung ucap Gery." "Gapapa santai saja ucap Resya." "Ih Bucin ucap Xen." "Kulkas kami laku ma Bibadari, pantesan ngilang terus ucap Wili." "Res ini teman aku Xen, Doni dan Wili." "Salam kenal, Resya ucap Resya." "Jangan lama-lama salamnya ucap Gery." "Ini ma Dona kalah ucap Dini." "Sepertinya cocok dengan kamu tu Dona, Dona Doni ucap Gery." "Betul banget tu ucap Xen" "Ini cemilan buat kalian ucap Resya." "Pengertian banget gak kayak tuan runahnya ucap Wili." "Biasanya kalian ambil sendri atau minta ma Bibi di dapur ucap Gery." Reysa hanya tersenyum lihat tingkah mereka yang berdebat dari tadi. Saat ini mereka lagi duduk santai di tepi kolam. "Maklum ya teman aku memang gitu ucap Gery." "Ia gapap Ger, santai saja ucap Resya." "Boleh gak panggilan jangan nama ucap Gery." "Bingung ucap Resya." "Panggil sayang, cinta aku kamu ucap Gery." Resya mendengarkan itu semua hanya melotot ke arah Gery. "Jangan gitu Sya, kayak kesambet lu ucap Gery." "Resya uda lama ma Gery pacaran ucap Wili." "Baru aja ucap Resya santai." "Dia idola wanita loh, gak takut ucap Xen." "Ngapain takut, tergantung orangnya, kalau dia respon berarti memang gak beres ucap Reysa." "Garis keras Kakak Ipar kami ucap Doni." "Bedakan dari yang lain ucap Gery." "Uda segera halalin Bang ucap Wili." "Masih sekolah, waktu masih panjang ucap Gery." Gery menatap Resya dengan lekat sedang ngobol bersama temannya. Cantik natural, rambutnya ikal dan paket komplit. "Kamu sekolah diman Res ucap Doni." "Di ucap Resya terbata-bata." "Dia program sekolah paket C, ceritanha panjang ucap Gery." "Sory sya gak tau, skip aja ucap Doni melihat Resya yabg merunduk sekarang." "Ia gapapa ucap Resya." "Kalian tau gak sih, aku pertama jumpa Resya pas balapan ma Bayu, dia kesenggol Bayu dan jatuh, Bayu di omelin dan langsung kabur ucap Gery mencairkan suasana." "Parah kalian, aku uda ku laporin mereka ucap Xen." "Kami uda minta maaf ya sayang ucap Gery." "Cie sayang ucap Mereka kompak." Resya jangan baper, ingat pacar kontrak ucap Resya dalam hati, pipinya uda kayak kepiting rebus. "Jadi kamu gapapa Kakak ipar ucap Wili." "Gak sih, terkejut aja ucap Resya." "Res. Loh harus masuk grup kita, disana ada pasangan kami juga, kami menemani jomblo ini terlalu lama ucap Xen." "Oke ntar aku yang masukin ucap Gery." "Pacar kalian gak ikut nanti ucap Resya." "Ikut, malam saja datangnya ini masih setengah 6 sore." "Dari tadi heboh banget orang Abg ini ucap Bayu." "Astagfirullah dari mana muncul anak ini ucap Doni." "Dari tadi mereka di pojok sana ucap Gery." "Kami pamit dulu mau masuk kedalam ucap Bayu." "Hampir kalah lu, adik lu bawak gebetannya ucap Xen." "Yuk Res masuk juga nonton film kita ucap Gery." "Ingat kata nenek gak beleh berduaan nanti ada siluman ucap Xen." "lu silumanya ucap Gery." Mereka ikut naik ke atas menonton bersama. Film horor yang mereka pilih, Bayu juga ikut gabung nobar mereka. Cemilan dan minuman sudah stanbay. Film berjalan normal, di pertengahan mulai muncul hantu satu persatu. "Banyak banget setannya ucap Xen." Tangan Gery uda banyak bekas cubitan Resya yang takut juga. Bukan wanita yang teriak tapi pria-pria disana. "kamu takut, uda sini sembunyi di bahu aku saja ucap Gery." Tidak ada jawaban dari Resya, benar saja mangkin ngeri filmya masuk hantu seram yang tiba-tiba muncul di layar kaca Resya refleks menutup wajahnya dengan d**a Gery. Gery serasa senang, bakal ajak nonton horor terus yang ada si pikiranya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD