Pukul 7 mereka bersama-sama berangkat ke gedung acara ulang tahun Papa, sebenarnya untuk kumpul-kumpul kalangan pebisnis saja.
Mereka bersama Mama ngobrol di meja makan,sesekali di tinggal menyambut tamu yang datang.
"Kakak Ipar gak ikut pacar aku mau ambil makanan ucap Bayu."
"Ia deh, sendiri malu ucap Resya."
Resya mengambil beberapa makanan, tapi dia tertuju ke makanan lain tapi tidak bisa membawanya.
Resya kembali duduk dan menikmati makanan yang dia ambil dan makan bersama.
Gery kembali duduk mengambil makanan yang di lihati Resya dari tadi. Dia ambil dua porsi dan minta pelayan antarkan cemilan juga.
"Sya buat kamu ucap Gery."
"Makasih Ger ucap Resya."
Alunan musik jazz mulai terdengar disana tamu mulai berdatangan.
Resya menuju pintu masuk, melihat wanita yang gak asing memasuki tempat tersebut.
"Ger itu bundakan ucap Resya."
"Kok sama om Prend ucap Gery."
"Kamu kenal om Prensd? ucap Resya."
"Kenal rekan bisnis Papa, aku sering minta bantuan sama dia, menemukan kamu juga bantuan dia ucap Gery."
"Oooh gitu, senior Bunda waktu kuliah yuk sapa mereka ucap Resya."
"Halo Bun ucap Gery."
"Kalian disini ucap Bunda."
"Ulang tahun Papa aku Bun ucap Gery."
"Loh kamu anaknya Mbak Cika, kenalin ini om Prend ucap Bunda."
"Sudah kenal Bun ucap Gery."
"Cie, ehm Papa baru ucap Resya berbisik pada Bunda."
"Kamu ucap Bunda mencubit pipi Resya."
"Om kesana dulu ya ma Bunda ucap Om Prend menemui temanya disana."
"Yuk Ger kembali ke meja mereka kembali ucap Resya."
Mereka ngobrol satu sama lain, jadi pusat perhatian Geng Rex masuk bersamaan di acara tersebut.
"Helo semuanya ucap Xen."
"Sini duduk jangan tebar pesona aja lu ucap Gery."
"Lagi PMS ya Pak ucap Doni."
"Tunggu aku ambilkan minum ucap Resya tapi tangannya dicegah Gery."
"Uda biar pelayan aja ucap Gery sambil kasih kode ke pelayan."
Beberapa pelayan datang membawa makanan dan beberapa cemilan juga.
Mereka saling mengobrol satu sama lain dengan canda tawaan.
Saat yang ditunggu acara tiup lilin dan poting kue.
Semuanya ikut bergabung didepan, sementara Mc mulai memandu jalannya acara.
Mereka dapat suapan potongan kue satu persatu penuh gembira.
Gery membawa Resya ke kolam, Gery kurang suka keramaian.
Resya mengikut Gery duduk di tepian kolam renang.
Beberapa temanannya ikut menyusul satu persatu, adiknya juga dengan pasangannya.
"Malas gabung dengan Bapak-Bapak dan tante-tante semua disana ucap Wili."
"Res, thanks ucap Resya."
"Sama-sama Ger ucap Resya deg deg an karena genggam tangannya."
"Ger lu lihat Dona dengan Om om tadi datang, tapi pakai masker tau kita semua disana ucap Xen."
"Serius lu Xen ucap Ger."
"Serius kami, pasti gak bakal ganggu kamu lagi dia, sudah malu ucap Wili."
"Siapa Dona? ucap Resya."
"Kembaran Doni, ngejara-ngejar aku ucap Gery."
"Enak aja kembaran aku, ihhh ogah ucap Doni."
"Benaran Beb kamu punya kembaran, kok gak pernah ada foto dan aku tau?ucap pacar Doni."
"Gak Beb, tu cewek ngejar-ngejar Gery mulu, amit deh punya adek jalang seperti dia ucap Doni."
"Res, kami pengawal setia Gery kok ucap Wili lihat wajah Resya tertunduk."
"Kalian nih ucap Gery."
"Ger lu uda daftarkan universitas U jugakan ucap Wili."
"Uda, tinggal tunggu hasilnya saja ucap Gery."
"Ambil jurusan apa kalian? Ucap Resya."
"Kami ambil jurusan bisnis, Gery kedokteran sepertinya, Ia gak Ger?ucap Wili."
"Ia Res, biar bisa rawat kamu dia ucap Xen mengoda pasangan baru itu."
Mereka saling ngobrol dan bercanda gurau kembali.
Mereka segera berpamitanndan memberi kado ke Papa. Gerypun sibuk tidak enak sudah setengah 10 malam.
"Ma Pa ini kado kami, Gery mau antar Resya kerumahnya ucap Gery."
"Ya uda, makasih, Hati-hati, jangan kebut-kebutan ucap Mama."
"Ia Ma ucap Gery."
"Pamit ya Om Tante ucap Resya sambil menyalami kedua orang tua Gery."
Resya segera mengikuti Gery menuju mobilnya dan mereka segera pulang.
Resya menyandarkan dirinya di jendela, melihat embun yang ada di kaca mobil.
Mereka tidak berbicara sama sekali dan sepertinya Resya sudah tertidur pulas di mobil.
Sesampai rumah Resya, Gery membangunkannya dengan pelan dan telah membukakan pintunya.
"Res, bangun sudah sampai ucap Gery."
"hoammm uda sampai ya ucap Resya."
"Sana sambung tidur di rumah jangan lupa cuci muka ucap Gery."
"Ia makasih ucap Resya masih menguap sambil membuka pagar dan masuk ke dalam rumahnya."
Resya masuk dalam kamar dan menuju kamar mandi mencuci mukanya dan mengangti bajunya dengan baju piyama.
Gery melajukam mobilnya dengan santai sampai masuk notip foto masuk.
Ger gimana aku cantik gak malam ini (sent pic baju tali satu) Dona.
Blokir WA
Dasar cewek murahan ucap Gery sambil memblokir no tersebut.
Sesampai dirumah Gery langsung menuju kamarnya buat mengganti baju dengan piyama tidurnya.
Gery membayangkan Resya yang tidur dangan teduh. Geri menyilang tanganya untuk jadi bantalan dan kakikanya di lipat sambil bergoyang-goyang membayangkan Resya hingga tertidur.
Gery berjalan melintasi sebuah rumah kosong , ternyata terdapat wanita di sekap. Gery melihatnya tidak asing sepertinya Resya.
Resya berteriak minta tolong di hadapan beberapa laki-laki disana.
Gery melihat itu langsung adu jotos dengan beberapa pemuda itu, sambil melepaskan ikatan tangan Resya.
"Kamu gak Papa Res, ayok kabur ucap Gery."
Resya cuma mengangguk dan mereka kabur dengan motor Gery.
Gery membawanya ke sebuah rumah kosong juga, menyerahkan botol minum di tasnya.
Gery memeluk dan menggengam tangan Resya.
Cuaca cukup dingin, Gery memberikan jeketnya kepada Resya.
Resya menatapnya dengan tajam sehingga mata mereka beradu pandang.
Gery mulai mendekat wajah Resya dam mulai memeluk dan mencium bibirnya.
Sepertinya hujan cukup dengar membasahi mereka disana.
"Bang Ger bangun, mulut kamu moyong-moyong gitu, mimpi m***m nih ucap Bayu menambah jumlah air yang di cipratkan di wajah Gery."
"Resya! ucap Gery terbangun dan terduduk."
"Bangun uda siang, ayuk kantor Papa ucap Bayu."
"In apaan sih basah baju aku jadinya ucap Gery."
"Mimpi basah lu ya Ma Resya, biasanya seperti itu jodoh loh ucap Bayu."
"ih, uda sana aku mau mandi dulu ucap Gery mengusir Bayu."
"Nanti aku aduin Kak Resya baru tau, kamu mimpiin dia jorok ucap Bayu mengejek dengan lidahnya dan segera pergi keluar kamar Gery."
"Awas kamu Bay ucap Gery sambil menuju kamar mandi."
Gery di dalam kamar mandi melamun sambil mulai merokok di closed.
Merokok diam-diam kalau tau Mamanya bisa dimarahin merokok dirumah apalagi kamar mandi.