Bab IX Kantor

1000 Words
Gery sudah selesai sarapan ikut Papanya kekantor. Sampai di kantor mereka menuju ruangan Papanya di lantai 3. "Ger Papa harap selain kamu jadi dokter, kamu juga belajar bisnis biar bantu Papa mengelola perusahaan kita , kamu juga Bayu ucap Papa." "Ia Pa ucap Mereka kompak." Gery mulai memperhatikan Papanya saat mengajarkan mereka cara cek klien dan memilih klien. Mereka mulai membantu dengan laptop mereka masing-masing. Gery sedikit melamun memikirkan mimpinya bersama Resya. *** "Resya bangun kamu sekolah tidak ucap Bunda." "Astagfirullah, bisa mimpi seperti itu aku, aku nyatakan cinta dan mencium Gery, sadar Resya pacaran kalian cuma kontrak." Resya segera mamdi dan bersiap untuk sekolah. Selesai sarapan pamit dengan Bunda untuk segera ke sekolahnya. Sesampai di sekolah Resya mulai berbaur dengan yang lainya. Meski kebanyakan umurnya di atas Resya. "Nak Resya ini sebaya dengan putra putri saya dirumah ucap Seorang Bapak." "Kembar Pak anaknya ucap Resya." "Ia kembar ucap Bapak itu." "Nanti kapan-kapan suruh antar Bapak yang anak cowok ucap Bapak itu." Resya masuk kembali ke kelas, jam belajar dimulai. Jam pertama banyak pengenalan, di jam ini mulai belajar materi. Sekitar pukul 1 siang mereka pulang, Resya segera balik ke rumah. Sesampainya di rumah Resya langsung meletakan tubuhnya di kasur. Ada yang mengusik pikirannya hari ini. Resya ganti pakaian dan keluar untuk makan siang. "Gimana nak tadi sisekolah ucap Bunda." "Aman Bun, isinya kebanyakan sebaya Bunda ucap Resya menyendokan nasi dan lauk di piringnya." "Namanya cugak sekolah paket C nak, mau yang muda-muda sekolah biasa ucap Bunda." "Bun, mau ke toko ya? Aku sore ke malam aja ya Bun ucap Resya." "Ia gapapa ucap Bunda, sana habis ini istirahat ucap Bunda." Resya segera menyelesikan makannya dan segera istirahat. Sebelum itu bermain ponsel dulu, perut mungilnya baru terisi makanan. *** "Bang, lu banyak melamunya, kenapa ucap Bayu." "Gapapa, kecapekan aja ucap Gery memijat batang hidungnya." Gery masih memikirkan mimpinya, apa aku suka ma anak itu ucap Gery dalam hati kecilnya. "Yuk kantin, aku lapar ucap Bayu." "Yuk ucap Gery bangkit dari sofa." Saat mereka masukin kantin jadi pusat perhatian semuanya. Bukan pertama kali datang ke kantor, tapi saat ini terlihat sudah dewasa dan tampan tidak seperti anak SMA. Kantin makannya gratis, mereka ikut antri dengan membawa piring mereka. "itu apa ? ucap Bayu." "Ini sayur Labu Tuan muda,Mau ucap Penjaga kantin." "Sedikit saja ucap Bayu." Gery memilih beberapa aja, tidak suka banyak sayur dan lauk di dalam piringnya. "Bang, aku ambil puding dan buah dulu ucap Bayu meletakan piringnya dan segera ke tempat desert." Gery dan Bayu menikmati makanannya. Gery merindukan masakan Resya. Uda lulang sekolah dan masak apa.(Gery) Sudah, baru mau istirahat, Bunda masak gulai ayam, sambal belacan dan lalapan.(Resya) Malam boleh aku makan kerumahmu, ku ingin masakan.(Gery) Boleh nanti aku masakin aku bawa toko saja.(Resya) Sipz sudah sana istirahat.(Gery) "Bucin, siapin makanya dulu banti di kantor baru chatnya ucap Bayu memperhatikan Abgnya senyum sendiri saat chat, nasi disendokny lama masuk kemulutnya." "Brisik, yuk segera siapakan makan kamu ucap Gery." Gery dan Bayu selesai makan siang dna segera kembali ke ruangan. Papa baru balil ketemu klien dan makan siang bersama kliennya. "Om Prend ucap Gery dan Bayu menyalaminnya." "Kalian ikut ke kantor Papa, Ini om lagi antar dokumen untuk Papa kamu." "Ia Om, gimana Om Ma Bunda Resya ucap Bayu sambil senyum-senyum." "Sebatas teman ucap Om Prend tersenyum mengaruk belakang kepalanya." "Lebih juga gapapa Om, kami bantu bawah hantaran, nanti di rebut orang baru tau Om ucap Bayu." "Bayu, maaf adik saya ya Om ucap Gery kasihan uda seperti tomat pipi Om prend, Gery cuma bisa tertawa di dalam hati saja." "Kamu pacar Resya ucap Om Prend." "Ia Om kenapa? Ucap Gery." "Pantesan kemarin itu, ya sudahlan Papa kalian kelamaan nunggu saya di dalam ucap Om Prend masuk ke dalam." Gery dan Bayu mulai belajar kembali dengan laptopnya masing-masing. Gery juga cek beberapa kali di lulus tidak di unuversitas untuk jurusan kedokteran. Pukul 4 Sore mereka balik kerumah. Sesampai dirumah Gery dan Bayu masuk kamar untuk beristirahat. *** Resya uda bersiap untuk ketoko mengantikan Bunda. Terlebih dahulu masak untuk Gery, nanti tinggal hangatkan saja, sekarang di toko sudah ada Cosmos juga. Resya sudah sampai di toko bersama Ikhasan segera menata tempat duduk dan meja untuk nongrong. Kali ini orang lain yang berjualan disana mereka hanya sediakan lapak saja, mereka juga membawa kursi dna meja tambahan juga. Lilis juga buka usaha jualan cemilan juga. Mereka mulai buka pukul 4 hingga malam. Resya bergabubg dengan Kak Astri di toko. Toko juga luas ukuranya, seperti ruko gitu, ada lantai dua bisa di manfaatin juga buat tempat tongkrongan. Ada ruang kecil untuk beristrirahat dan kamar mandi di dalam toko. Di luar juga ada kamar mandi untuk umum. Kebersihannya terjaga juga di kamar mandi umum itu. Sekarang mangkin ramai ada 2 penjual makanan disitu, cemilan dan sate dan ada mie goreng. Resya keruang istirahat sambil bermain ponselnya. Resya nonton yt sampai akhirnya, film terbaru juga. Pukul 7 Gery sudah datang dengan motor barunya. Langsung ke belakang toko setelah mengkode Resya. "Tu di apelin ayang ucap Ikhsan." "Syirik ya ucap Resya membawa makanan yang sudah di hangatkanya." "Sini aku bantu ucap Gery." "Makasih, bantu angakt nasi biar aku bawa minumnya ucap Resya." Mereka makan bersama-sama di belakang toko. "Kakak lu uda kayak suami istri aja makan bareng ucap Lilis berbisik sambil matanya lirik ke belakang toko." "Lu juga sama aja, biarlah Kakakku, asala jangan berkembang biak disana ucap Ikhsan." "Lu kira Kakak lu apaan kembang biak ucap Lilis kesal." Resya sekarang sudah akrab deng Gery, Gery tetap saja ma orang lain cueknya akut, terlebih cewek. Lilis saja teman Resya di cuekin juga. Gery mengelap bibir Resya karena ada sebutir nasi yang menempel. Keduanya malah terdiam dan degdegan. Jantungku mau loncat-loncat ini ucap Resya dalam hati. Bibirnya ku sentuh, tangan ini gak bisa di kondisikan, bilang aja langsung ma Resya ada nasi di bibirnya dalam hati Gery. Suasana canggung terjadi disana, terlebih ketika Resya membawa piring kotor. Gak sengaja tangan Gery memegang tangan Resya. Reysa terkejut dan repleks hampir menjatuhkan piringnya. Gery sudah sigap menangkap piring tersebut.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD