Bab II Pertemuan

1022 Words
Gery menemuin Bayu dikamarnya segera ikut bersama kerumah gadis tersebut. Mereka segera naik motor berboncengan menuju Toko gadis tersebut. Gadis tersebut lagi melayani beberapa pembeli, mereka berdua mengunakan masker wajah. "Permisi Mbak saya boleh selesaj ini bicara sebentar ucap Bayu sedangkan Gery duduk di tempat duduk Toko." "bentar ya, bisa kok ucap Rasya." Setelah selesai menjuali pembeli Resya duduk bersama mereka. Bayu langsung menjelaskan semuanya secara detail dan meminta maaf. "Mbak maaf ya ucap Bayu." "oke tapi tinggalkan no kalian ucap Resya, mana tau pikirnya butuh bantuan mereka. Gery menyerahkan ponselnya. "catat no kamu disini nanti saya yang chat kamu ucap Gery dengan cuek." "Oke, aku save Resya ucap Resya dan mengembalikan ponsel ke Gery." Resya mengambil minuman dingin dari kulkas untuk mereka berdua. Selesai minum mereka izin pulang sudah sore juga. "Mbak pamit pulang terima kasih ya Mbak ucapnya sambil memberi amplop." "eh gak usah, buat jajan kamu sekolah, aku gak apa-apa juga, motor juga kalian yabg perbaiki ucap Resya." "Mbak terima dong, nanti aku di marah Mama ucap Bima dengan wajah memelas." "aku terima,tapi sebagian aja ya ucap Resya ambil 2 lembar saja. " "Ia deh mbak, makasih sekali lagi ucap Bayu dan mereka segera pergi dengan motornya." Bunda juga pulang dengan barang belanjaanya, sebagian di toko di letakkan sisinya di bawah kerumah untuk dimasukan ke gudang. Resya membantu bunda menyusun barang belanjaannya. Pukul 6 sore Resya pulang kerumah, biasaya balik jam 8 bersama adiknya, toko tutup jam 11 malam. Resya masuk ke dalam kamar dan segera mandi, tidak lupa memasukan uang dari Bayu ke dalam celenganya. Selesai mandi Resya menghangatkan lauk tadi, biar bunda pulang tidak basi juga. Resya menghidangkan masakan yang telah di hangatkan di meja makan. Mereka tidak seperti keluarga lain masak 3 sehari, mereka masak untuk sekali siang dan malam untuk sarapan sendiri kadang beli di warung atau buat sendiri biasa sarapan di Toko. Relesai makan dan membersihkan piring Resya menemani adiknya belajar sedangkan dia bermain ponsel atau nonton TV. "Kak nanti fotokan aku buat story lagi belajar ucap Ikhsan." "belajar aja buat story ucap Resya." "lagi PDKT kak, biar terlihat rajin ucap Ikhsan." "dasar kamu ya, sini ponselmu ucap Resya." Selesai belajar mereka segera kembali ketoko. Bunda sudah siap-siap untuk pulang juga dan membawa bungkusan beras pesanan tetangga. "Resya itu ada pesanan Tante Cika nanti ada yang ngambil ucap Bunda." "Ia Bunda ucap Resya." "Bunda pulang dulu, kalian mau jajan ambil aja uang di laci ucap Bunda." "siap Bun ucap Ikhsan." mereka bersih-bersih di toko, biasanya teman Ikhsan atau teman Resya datang untuk nongrong, toko mereka menyediakan Wifi. Benar saja sudah ramai bocah buat beli wifi untuk mengerjakan tugas sekolah, nonton atau bermain game. Ada meja dan tempat cashan juga, saat ini Ikhsan mulai sibuk menjualin voucher Wifi. "Resya voucher satu, teh gelas dua ucap Lilis." "Cantik banget lu ucap Resys." "mau jumpa ayang, temeni aku nanti ucap Lilis." "aman itu ucap Resya tersenyum." Sebuah motor terparkir di depan toko dan tidak asing bagi Resya. "Mau ambil pesanan Mama ucap Bayu." "loh kalian,kalian anak Tante Cika ucap Resya." "Ia, kok kenal Mbak ucap Bayu." "kenak banget, ceritanya panjang banget ucap Resya sedikit lesu mengingat kenangan pahit dulu." "ia mbak Gapapa, ini uangnya Pas kata Mama ucap Bayu." Gery masih di motornya memperhatika percakapan adik dan Resya. "Oke terima kasih ucap Resya tersenyum memperlihatkan kesung pipinya." Mereka berpamitan dan balik kerumah,Resya seperti biasa nongkrong dengan teman sambil jaga toko. *** "Ma ini belajaanya ucap Bayu." "letak dapur saja sayang, Mama lagi seru nih nonton sinetronya ucap Mama di ruang keluarga." Bayu segera meletakan dan menghampiri Mama. "Ma, kenal Mbak Resya ucap Bayu." "kenal banget, Mama sedih kalau ingat dia keluarga mereka ucap Mama sambil mengekuarkan air mata." "kenapa Ma ucap Bayu dan Gery kompak." "dulu Ayah mereka itu gila judi, Bunda mereka korban KDRT curiga sih Mama, Ibu kandung Resya itu korban Ayahnya juga, peristiwa itu sangat kejam, Resya banyak mederita luka juga di pukulin Ayahnya, Mama selamatin mereka, kalau tidak sudah tewas mereka di dalam rumah mereka, Bunda mereka itu adik Mamanya untungnya, kalau orang lain gak tau nasib Resya dan adiknya ucap Mama sambil menangis." "Ma, pingin ku hajar tu Ayahnya ucap Bayu." "Ia Ma ucap Gery memeluk Mamanya." "suara mobil Papa, Mama mau siapkan makan malam Papa dulu ucap Mama meninggalkan mereka di ruang kelurga." "ajarin dong aku MTK PRku belum siap ucap Bayu." "Oke, naik aja, film Mama gak jelas banget, endingnya meninggal dan yang dianiaya jadi kaya ucao Gery." Mereka naik ke atas bersama-sama. "Ger besok ke kantor Papa pulang sekolah, kamu juga Bayu ucap Papa mode serius." "siap Pa ucap Mereka berdua." Mereka di ruamg atas mengerjakan tugas mereka. "Aku kepikiran Mbak Resya, besok-besok aku dan temanku nongkrong disana, ikhkan uang jajan aku habis di sana ucap Bayu." "hemmm ucap Gery hanya itu." Selesai mengerjakan PR mereka bermain PS bareng. "Kak loh curang ucap Bayu." "Curang dari mana itu kamu gak bisa main ucap Gery." "Kak jaga jarak dong,motorku tabrak tiang pembatas lagi ucap Bayu." "uda jaga jarak aja kamu masih nabrak ucap Gery." "Sayang, jangan begadang, besok sekolah ucap Mama." "Ia Mamaku sayang, ronde dua kita taruhan, ulang tahun Mama yang kalah bawa pasanga ucap Bayu." "Oke siapa takut ucap Gery." Mereka lagi mode serius dalam bermain PS,beberapa kali ada sorakan tertawa dan emosian. Benar saja yang dari tadi Bayu kalah saja,hari ini dewi fortun berpihak kepadanya. "kalah , hahahaahha,ingat ultah Papa bawak pasangan kamu Kak ucap Bayu." "Ia tenang aja bawel ucap Gery." Sesampai di kamar Gery bingung, statusnya sekarang memang gak punya pasangan dan masih fokus sekolah. Dia berpikir terus yang ada di bayanganya adalah Resya. Apa aku buat pacar kontrak saja,pasti Bayu sudah umumkan aku bawak pasangan di ultah Papa. Gak salah juga minta bantuan gadis itu, toh dia mau terlebih dia tau aku anak Mama Cika ucap Gery. Malam, ini Gery Kakak Bayu, besok sore bisa jumpa, mau ada yang aku bicarakan dengan kam. (Gery) Boleh, tapi di toko saja ya, gak ada yang jaga. (Resya) oke terima kasih (Gery) Oke besok aku persiapakan surat dan materainya,bawah kertas kosong juga untuk perubahan ucap Gery. Dia mengerjakan surat perjanjian itu dengan laptopnya dan segera dia print.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD