Chap. 24

2095 Words

H - 1 Pernikahan Ciama menatap langit malam dari arah balkon luar. Indah dan damai. Banyak sekali bintang yang bertaburan dan juga bulan yang terang. Sangat berbanding terbalik dengan Ciama yang kini justru menginginkan hujan daripada malam yang cerah. Tangannya yang sejak tadi memegang gaun berwarna hitam dengan tali spaghetti itu mulai meremas kesal. Membiarkan gaun yang indah itu rusak dengan tangannya sendiri. Ia tidak mempedulikan apapun sekarang. Sekalipun gaun itu rusak dan sobek, Ciama malah akan senang. Karena dengan begitu, ia jadi tidak perlu datang ke pesta besok, kan? “Jangan digituin, Ci. Rusak nanti,” ujar Rifky yang datang dengan dua gelas s**u hangat. Lelaki itu menaruh gelas Ciama di meja dan membiarkan Ciama mendelik padanya. Duduk di sofa, Rifky lalu terkekeh kala Cia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD