Malam ini Bulan bertahan untuk tetap terjaga. Dia bahkan memberanikan diri minum kopi hitam berempah. Alhasil Bulan berhasil menemani Lios dan Marius mengobrol sampai pukul dua subuh. Setelah itu dia tumbang. Marius terkekeh geli melihat Bulan tertidur di sofa, "Biar dia tidur di dalam saja, Anak. Kasihan, tidak terbiasa mengobrol sampai jauh malam." "Iyo, aku bawa Bulan ke dalam sebentar." Lios membopong Bulan masuk ke kamar. Dia membaringkan kekasihnya dengan sangat hati-hati supaya tidak terbangun. Sejenak dipandanginya wajah cantik yang sedikit pucat itu. Lios tersenyum. Kesediaan Bulan untuk hadir di tengah keluarga membuatnya senang dan penuh harapan. Lios yakin bersama mereka dapat mengatasi segala rintangan. "Tidur nyenyak e?" tanya Marius. "Sangat nyenyak." Lios tersenyum.

