Tidak terasa hari berlalu menjadi akhir minggu. Waktu satu minggu yang dihabiskan Bulan bersama Lios dan Marius terasa berharga karena dia bagai berada di tengah keluarga sendiri. Cukup aneh, karena Bulan tidak pernah merasa seakrab ini dengan keluarganya sendiri. Marius menjadi sosok ayah yang berbeda dengan Bram. Dia menerima Bulan dengan hati terbuka, meskipun tidak dengan kata-kata tapi terasa dari sikapnya. Tidak satu kali pun Marius membiarkan Bulan bengong sendirian saat Lios sedang sibuk melakukan hal lain. Selalu ada hal yang dapat menjadi bahan obrolannya dengan Bulan. Keakraban singkat ini membuat Bulan sedih saat tiba hari kepulangan Marius. Sabtu pagi-pagi sekali Bulan sudah naik ke lantai dua puluh untuk menemani Marius. Bulan membawa bingkisan untuk ibunda Lios, beberapa a

