102. Resign

1342 Words

"Pagi, Cik Susan, saya mau bicara sebentar." Bulan mengintip dari balik pintu. Cik Susan mengernyit. Tangannya memberi isyarat pada Bulan untuk masuk ke dalam ruangan. Bulan beringsut masuk dan duduk di kursi. Dia menyerahkan sebuah amplop putih panjang berisi surat pengunduran diri kepada Cik Susan. "Apa ini?" Cik Susan menatap tajam. "Surat pengunduran diri saya, Cik." Jantung Bulan berdegup kencang. "Pengunduran diri? Kenapa mendadak sekali?" Cik Susan membaca surat Bulan dengan cepat. "Iya, maaf sekali karena mendadak Cik. Ada masalah pribadi." Cik Susan berpikir sejenak, "Tapi menurut peraturan perusahaan sebelum resign kamu harus menunggu pengganti dulu, setidaknya satu bulan." "Oh iya yah. Baiklah Cik, saya ikut peraturan saja." Bulan meringis. "Oke. Surat ini saya simpan. S

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD