Setelah situasi beberapa saat menghantui suasana, Angga beranjak kembali ke posisi semula, memandang Cherry dengan ekspresi susah diartikan. "Gue cemburu." Dua kata terakhir yang diucapkan Angga sukses membuat hati Cherry bergetar. Selama perjalan pulang, mereka hanya saling diam, pergi otaknya berpikir tak tentu arah. Pikiran Cherry melayang akan terjadi tadi, di mana Angga mengatakan secuil kata itu. Kata yang sungguh membuat janjungnya bergelut heboh. Dia dapat melihat wajah Angga yang sangat tampan dari balik spion motor. Cowok itu sangat fokus terhadap jalanan di depan. Tidak terasa, senyuman Cherry megembang. Dia sekarang mau mengakui itu benar-benar jatuh hati dengan cowok itu. "Kenapa lo senyum-senyum gitu?" Spontan Cherry mengubah ekspresinya menjadi kompilasi datar Angga diu

