"Lo udah mulai nyaman sama Angga, Cher?" Mawar bertanya kepada Cherry sembari mengunyah bakso dengan lahap. Sendok yang berada di tangannya, Cherry kembali letakkan di mangkuk. Kini tatapannya terfokuskan ke arah Mawar. "Bisa jadi," jawabnya sembari tersenyum. Lalu ia beralih mengambil es teh dan sedikit meminumnya. Mawar mengangguk kecil, "bagus deh, komentar guru juga positif tentang tuh cowok semenjak lo jadi pacarnya, mending lah nakalnya sedikit berkurang." Mawar terkikik kecil. "Semoga langgeng deh sampai mati," celetuk Ema asal. Dia tengah memotong daging bakso. Cherry spontan langsung melotot penuh amarah ke arah Ema, sedabgkan sahabatnya itu hanya terkekeh ringan sembari mengangkat dua jarinya ke udara membentuk huruf 'V'. Sedetik kemudian, Cherry langsung mencibir kecil.

