Dubai

1405 Words

Shera bangun karena merasa pipinya seperti digigit semut. Ia terkejut, karena saat membuka mata, wajah Ale tepat berada di depan wajahnya. "Pagi..." Ale tersenyum menyapanya. Shera mendengus pelan, "kenapa suka sekali mengagetkan orang?" Ale terkekeh. "Bangunlah, sarapan sudah siap." Ale mendahului Shera bangkit dari ranjang menuju sofa. "Tunggu!" Shera baru menyadari sesuatu, "kita di mana sekarang? Bukankah semalam masih di pesawat?" "Dubai." jawab Ale singkat, sebelum mengunyah pancake-nya. Shera menganga lebar. Dubai? Terburu-buru ia bangkit dari ranjang dan berlari ke arah jendela. Ia melihat ke sekelilingnya. Benarkah ini Dubai? "Ale..! Ini benar di Dubai?" Sekali lagi Shera memastikan. "Hmm, kenapa?" "Aaa... horeee... Dubai..." Shera melonjak gembira sambil bertepuk tangan.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD