Penyakit Cinta

1528 Words

"Aduhh...!" Shera terkejut dan langsung terbangun, karena merasakan sakit di pipinya. Saat membuka mata, lagi-lagi Aleron yang menyambutnya dengan tersenyum lebar. Shera menggosok pipinya yang sakit sambil cemberut. Pasti kerjaan suaminya, siapa lagi? "Seneng liat pipiku sakit?" Shera bangkit dan menuju kaca di meja rias. Ia bercermin melihat pipinya. Bertambah lagi satu memar di pipinya. Ia melirik Aleron yang masih tersenyum sinting sambil berebah di kasur, dengan kesal. Kenapa sih, manusia itu harus memiliki hobi baru untuk mencubiti dan menggigit pipinya? Memangnya tidak ada kerjaan yang lebih penting apa?! Sambil menghentak kaki, Shera mengambil salep dari dalam tas-nya. Salep pemberian ayah mertuanya yang berfungsi untuk menghilangkan memar. Ia kembali duduk di depan cermin, dan mu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD