Angkat telepon daddy! Hamas baru membaca pesan itu satu jam setelah pesan itu masuk. Ia terbangun jam lima pagi dan kepalanya terasa sangat pusing. Ia hanya sarapan pagi kemarin. Tidak bisa memikirkan hal lain selain mencari Anne hingga tertidur semalam usai mendapat kabar baik dari Ferril serta mengurus semuanya. Lupa pula mencari istrinya. Telepon dari pihak kepolisian Edinburgh pun terabaikan. Padahal mereka hendak memberi kabar kalau perempuan yang ia cari sudah meninggalkan Inggris. Itu terlihat dari rekaman Imigrasi bandara. Hamas segera menelepon Feri usai mencuci muka. Wajahnya benar-benar tegang. Kalau lelaki itu menanyakan Anne, ia tak tahu bagaimana harus menjawabnya. "Kenapa gak bilang kalau kepulangan Ann dipercepat?" Hamas terbatuk-batuk mendengarnya. Kaget namun juga

