“Setiap perpisahan memang berat, tetapi perpisahan demi menempuh pahala tak akan merugikan.” ➖➖➖➖➖ Aku mendongakkan wajah guna melihat tangan siapa yang berada di atas kepalaku. Namun, aku langsung terkejut dan merasa tidak percaya melihatnya. Bagaimana tidak, kalian tahu tangan siapa yang berada di atas kepalaku?! Tangan dari seorang lelaki yang terjebak bersamaku. Terjebak dalam pernikahan yang jauh dari harapan. Itu tangan Hans! Oh, ya, ampun! Aku hampir pingsan melihatnya. Terlebih saat menyadari bahwa mulutnya tidak henti bergerak. Mulutnya seolah tengah mengucapkan sesuatu yang aku sendiri tidak bisa mendengarnya dengan jelas. Kalau ini pernikahan yang aku inginkan, mungkin aku tidak akan terkejut melihatnya. Seorang suami mendoakan istrinya setelah menikah, itu wajar, buka

