Bali - Hotel
Di depan kamar umi Okta dan abi Rian..
"Oh iya saya ke kamarnya Okta dulu deh, sekalian mau tanya masakan apa yang cocok untuk makan malam hari ini", kata mami Titah.
"Assalamu'alaikum", mami Titah memberikan salam pada umi Okta.
Di kamar umi Okta dan abi Rian..
"Siapa ya ?", tanya umi Okta.
"Wa'alaikumussalam", umi Okta menjawab salam dari mami Titah.
Masih di depan kamar umi Okta dan abi Rian..
"Eh ada Titah", kata umi Okta.
"Iya teh, bisa ngobrol sebentar tidak, tapi jangan di kamar, kita ke kantin hotel yuk, Titah traktir deh", sambung mami Titah.
"Boleh, tapi tunggu dulu ya, sekalian teteh mau ambil tas, teteh juga mau beli sesuatu", kata umi Okta lagi.
"Oke..", sambung mami Titah lagi.
Dua menit kemudian..
Masih di depan kamar umi Okta dan abi Rian..
"Yuk tah", kata umi Okta.
"Yuk teh", sambung mami Titah.
Di depan kamar mami Titah dan papi Afgan..
"Assalamu'alaikum, tah", kanjeng ibu dan kanjeng romo memberikan salam.
"Loh itu kan kanjeng ibu dan kanjeng romo, ibu-ibu", kata Paijo yang melihat kanjeng ibu dan kanjeng romo di depan kamar mami Titah dan papi Afgan.
"Oh iya benar kamu, jo", kata ibu Aurel.
"Ya sudah kesana saja yuk", sambung bunda Lesti.
"Assalamu'alaikum", bunda Lesti, mama Dinda, ibu Aurel, dan Paijo memberikan salam pada kanjeng ibu dan kanjeng romo.
"Wa'alaikumussalam", kanjeng ibu dan kanjeng romo menjawab salam dari bunda Lesti, mama Dinda, ibu Aurel, dan Paijo.
"Jo, kamu ngapain disini bukannya kamu sedang di kamarnya anak-anak ya ?", tanya kanjeng ibu.
"Saya disuruh tuan mami, kanjeng ibu untuk mencatat daftar harga makanan dan juga tempat yang akan disewa tuan mami untuk makan malam hari ini bersama tuan mami, bahasa inggrisnya itu romance dinger", jawab Paijo.
"Romantic dinner", sorak kanjeng ibu, kanjeng romo, bunda Lesti, mama Dinda, dan ibu Aurel.
"Nah iya itu maksudnya", kata Paijo.
"Sekarang sudah ada di depan kamar teteh Titah, kita ketuk saja yuk pintu kamarnya", sambung bunda Lesti.
"Sudah Lesti, tapi tidak ada jawaban dari Titah", kata kanjeng romo.
"Ya sudah dicoba lagi saja kanjeng ibu", sambung ibu Aurel.
Lima belas menit kemudian..
Di depan kamar mami Titah dan papi Afgan..
"Loh jo katanya kak Titah ada di kamarnya, terus kenapa sudah lima belas menit diketuk-ketuk pintunya tidak ada jawaban juga sih jo", keluh mama Dinda.
"Saya tidak tau mama Dinda, tadi tuan mami bilang sendiri ke saya kalau tuan mami mau kembali ke kamarnya", kata Paijo menjelaskannya pada mama Dinda.
"Oh ya sudah kita telepon kak Titah saja deh, Lesti kamu yang telepon kak Titah ya", kata ibu Aurel memberikan saran.
"Oke..", seru bunda Lesti.
Di restoran..
"Teh, ada yang mau aku tanyakan nih", kata mami Titah.
"Soal apa tah ?", tanya umi Okta.
"Hari ini kan hari special untuk Titah dan mas Afgan, Titah juga mau makan malam romantis dengan mas Afgan, kira-kira teteh tau tidak ya makanan apa yang harus dihidangkan untuk makan malam nanti ?", tanya mami Titah juga.
"Maksudnya hari special, ulang tahun pernikahan kamu dan Afgan gitu ?", tanya umi Okta lagi.
"Yes of course", jawab mami Titah.
"Kamu masaknya kan enak nih tah, ya kamu masakin Afgan masakan padang saja, seperti rendang gitu dan masakan Jawa", jawab umi Okta juga.
"Oh begitu ya teh", kata mami Titah.
"Iya Titah, tah hpmu bunyi tuh", sambung umi Okta.
"Tunggu sebentar ya teh, saya lihat dulu, oh..", kata mami Titah lagi.
"Siapa tah ?", tanya umi Okta.
"Dari Lesti, teh", jawab mami Titah lagi.
"Ya sudah angkat saja disini", kata umi Okta.
"Oke..", seru mami Titah.
Di depan kamar mami Titah dan papi Afgan lagi..
"Nyambung nih", kata bunda Lesti.
"Ya sudah tanya dimana ya", sambung mama Dinda.
"Oke, diam ya", kata bunda Lesti lagi.
"Oke..", seru ibu Aurel.
**
Percakapan bunda Lesti, mami Titah, dan umi Okta lewat telepon.
"Assalamu'alaikum teteh", bunda Lesti memberikan salam pada mami Titah dan umi Okta.
"Wa'alaikumussalam dede", mami Titah dan umi Okta menjawab salam dari bunda Lesti.
"Teteh ayeuna Lesti aya di hareup kamar teteh, atos di ketuk-keluk oge kunaon teu di jawab oge, teteh aya di kamar pan nya ?", tanya bunda Lesti.
"Teteh teu aya di kamar dede, teteh nuju aya diluar hotel sareng teteh Okta ieu, kunaon emang na de ?", tanya mami Titah lagi.
"Oh kitu, terus ayeuna teteh aya timanten Lesti jeung nu lain nya hayang ka ditu", jawab Lesti.
"Di restoran ya sudah kamu kesini saja", kata umi Okta.
"Oh kitu, share lock nya teh", sambung bunda Lesti.
"Muhun ajeng teteh share lock", kata umi Okta lagi.
"Nya atos Lesti siap-siap baheula nya teh, Lesti oge tunggu share lock tina teteh nya", sambung bunda Lesti lagi.
"Muhun..", kata umi Okta dan mami Titah.
"Assalamu'alaikum", bunda Lesti memberikan salam pada mami Titah dan umi Okta.
"Wa'alaikumussalam", mami Titah dan umi Okta menjawab dari bunda Lesti.
**
Masih di depan kamar mami Titah dan papi Afgan..
"Apa katanya kak Titah, Lesti ?", tanya mama Dinda.
"Tidak ada di kamar dan sedang diluar hotel bersama teteh Okta, nanti di share lock dan kita siap-siap dulu yuk", jawab bunda Lesti.
"Oh begitu, ya sudah yuk kita siap-siap dulu", kata kanjeng ibu.
Ibu-ibu komplek, kanjeng ibu, kanjeng romo, dan Paijo siap-siap untuk pergi, Ujang, Daus, dan Astuti ditugaskan untuk menjaga anak-anak di hotel.
Sementara itu bapak-bapak sudah memilih cincin berlian yang akan diberikan pada istri mereka.
Bali - mall
Di toko perhiasan..
"Gan cincin berlian untuk Titah sudah ?", tanya papa Rizky.
"Sudah ky, ini", jawab papi Afgan.
"Coba lihat", kata papa Rizky.
"Ini", sambung papi Afgan.
"Oke juga selera mu", kata papa Rizky lagi.
"Iya dong, ya sudah yuk bayar, habis ini saya mau ke toko jam, balikan jam tangan baru untuk kanjeng romo", sambung papi Afgan lagi.
Di toko jam..
"Bli boleh icang iwasin yang jam keto ?", tanya papi Afgan.
"Boleh bli", jawab pegawai toko.
"Jam couple wenten juga bli, yaning wenten boleh icang iwasin ipuan nenten ?", tanya papi Afgan lagi.
"Wenten bli tunggu ipuan ya sebentar bli biar icang carikan jam yang bli ngidih", jawab pegawai toko lagi.
"Ya bli", kata papi Afgan.
"Perhatian juga ya kamu dengan kanjeng romo, gan", sambung abi Rian.
"Iya dong Rian, kanjeng romo kan ayah saya juga", kata papi Afgan lagi.
"Loh memangnya jam yang baru Titah beli untuk kanjeng romo kemana gan, rusak ?", tanya ayah Ferdi.
"Ada kok, masih bagus juga, saya belikan supaya bisa gonta-ganti saja, kok kalian berdua bisa tau Titah belikan jam baru untuk kanjeng romo ?", tanya papi Afgan juga.
"Tau dong..", jawab papa Rizky.
"Kan istri kita beli di toko yang sama dan suka jalan bareng juga kan, pokoknya selalu kompak deh, hehe", jawab papa Raihan juga.
"Ya lagian mana ada sih istri kita tidak kompak, tidak pernah kan, mereka kemana-mana saja selalu kompak", kata papi Afgan.
"Ya kaya kita gini deh, ya kan gan ?", tanya papa Rizky.
"Benar tuh apa yang dibilang Rizky", jawab papi Afgan.
"Maaf bli makelo menunggu ne jam yang bli ngidih tadi", kata pegawai toko.
"Oke", sambung papi Afgan.
"Jam couple, untuk siapa gan ?", tanya ayah Ferdi.
"Untuk kanjeng romo dan kanjeng ibu, terus yang empat nya lagi untuk mama dan papa saya, kakak dan kakak ipar saya, adik dan pacarnya adik saya", jawab papi Afgan.
"Oh..", seru ayah Ferdi.
Setelah selesai memilih jam bapak-bapak kembali ke hotel, sesampainya di hotel (di kamar), papi Afgan mendapatkan share lock dari mami Titah dan juga pesan chat w******p untuk membawa anak-anak juga ke tempat tersebut.
Rupanya papi Afgan mendapatkan kejutan makan malam dari mami Titah yang dioleh ibu-ibu yang lain dan juga mertua papi Afgan (kanjeng ibu dan kanjeng romo) dan abdi dalem setia papi Afgan (Paijo).