6

1294 Words
Di kamar mami Titah dan papi Afgan.. "Kira-kira mas Afgan ingat tidak ya kalau hari ini adalah anniversary pernikahan kami ?", tanya mami Titah dengan penasaran. Di kamar mama Dinda dan papa Raihan.. "Beberes lemari sudah beres", kata mama Dinda. Di kamar ibu Aurel dan ayah Ferdi.. "Selesai, tinggal santai deh yang belum hehe", kata ibu Aurel. Di kamar bunda Lesti dan papa Rizky.. "Santai..", kata bunda Lesti. Di kamar kanjeng ibu dan kanjeng romo.. "Diajeng kita keluar yuk, bosan saya di kamar terus", kata kanjeng romo. "Tunggu sebentar kang mas, hari ini tanggal berapa ya kang mas ?", tanya kanjeng ibu. "Delapan februari diajeng, kenapa memangnya ?", tanya kanjeng romo juga. "Hari ini kan anniversary pernikahan anak kita dan menantu kita, kang mas", jawab kanjeng ibu. "Oh, ya sudah kita ke kamar Titah dan Afgan, diajeng", kata kanjeng romo. "Iya kang mas, tunggu sebentar kang mas, saya mau tutup pintu lemari dulu kang mas", sambung kanjeng ibu lagi. "Ya sudah saya tunggu diluar kamar hotel ya diajeng", kanjeng romo lagi. "Iya kang mas", sambung kanjeng ibu lagi. Di kamar mami Titah dan papi Afgan lagi.. "Tidak mungkin mas Afgan lupa anniversary pernikahan kami, pasti mas Afgan ingat kalau hari ini adalah anniversary pernikahan kami, hari ini saya ingin ajak mas Afgan untuk makan malam romantis berdua ah, eh tapi saya cari Paijo dulu deh untuk membantu mempersiapkan semuanya", kata mami Titah. Di kamar Paijo, Daus, dan Ujang.. "Assalamu'alaikum", mami Titah memberikan salam pada Daus dan Ujang. "Wa'alaikumussalam", Daus dan Ujang menjawab salam dari mami Titah. "Eh ada mami Titah, ada apa mami Titah ke kamar abdi dalem ?", tanya Ujang. "Ada yang bisa saya bantu mami Titah ?", tanya Daus. "Kalian berdua satu kamar dengan Paijo kan, Paijo nya mana kok tidak ada di kamar ?", tanya mami Titah. "Paijo dikamar anak-anak, mami Titah", jawab Daus. "Oh ya sudah saya ke kamarnya anak-anak saja ya, terimakasih, assalamu'alaikum", kata mami Titah yang memberikan salam pada Daus dan Ujang. "Iya mami Titah", kata Ujang. "Wa'alaikumussalam", Daus dan Ujang menjawab salam dari mami Titah. Di kamar anak-anak.. "Assalamu'alaikum", mami Titah memberikan salam pada anak-anak dan Paijo. "Wa'alaikumussalam", anak-anak dan Paijo menjawab salam dari mami Titah. "Mami", kata Citra. "Iya sayang lik jo mana ?", tanya mami Titah. "Ada, itu mi", jawab Kamil. "Inggih tuan mami", kata Paijo. "Jo, saya ada perlu sebentar sama kamu, kamu bisa keluar dari kamar anak-anak sebentar tidak ?", tanya mami Titah. "Oh iya baik tuan mami, anak-anak sebentar ya", kata Paijo. "Iya lik", sambung anak-anak. Di depan kamar anak-anak.. "So like this, I ask for help with you to find me restaurant or if you need to rent a place for tonight, because I want to have a romantic dinner with my husband, commemorating the anniversary of our eighteen years of marriage, can you ?", tanya mami Titah. "Ha.., panjang sekali tuan mami, itu artinya apa ya saya tidak mengerti maksudnya tuan mami itu apa ?", tanya Paijo juga. "Oke, jadi seperti ini ya Paijo, saya minta tolong sama kamu untuk carikan saya restoran atu kalau perlu kamu sewa tempat ya untuk malam ini, karena saya ingin makan malam romantis bersama suami saya, memperingati hari jadi pernikahan kami yang ke delapan belas tahun, bisa kan ?", tanya mami Titah lagi. "Bisa tuan mami, oh untuk romance dinger ya tuan mami ?", tanya Paijo juga. "Romantic dinner Joya", jawab mami Titah. "Oh iya itu maksudnya saya, tuan mami", kata Paijo. "Bisa kan ?", tanya mami Titah lagi. "Bisa dong tuan mami, tapi..", jawab Paijo. "Iya iya saya paham ini, uang jalan untuk kamu, pokoknya saya ingin dapat laporan dari kamu hari ini juga ya dan jangan lupa kalau sewa biaya berapa kamu kabarin juga ke saya ya dan ini uang pulsa untuk kamu, saya mau kembali ke kamar", kata mami Titah. "Delapan enam beres tuan mami", sambung Paijo. "Oh ulang tahun pernikahan tante Afgan dan om Afgan", kata Fitri. "Iya ulang tahun pernikahan mami dan papi", sambung Citra. "Kira-kira kalian mau kasih kado apa untuk mami dan papi kalian, Kamil, Citra ?", tanya Naufal. "Apa ya kira-kira ?, aha aku tau mau kasih kado apa untuk mami dan papi", kata Citra. "Apa memangnya teh Citra ?", tanya Alya. "Untuk mami dan papi kadonya jam tangan couple, sudah aku siapkan sih sebelumnya, tinggal dibungkus kado saja", jawab Citra. "Kalau saya mau kasih kado untuk mami dan papi baju couple", jawab Kamil juga. "Ya sudah yuk kita bantu bungkus kado kalian", kata Fitri. "Oke..", seru Kamil dan Citra. Di depan kamar bunda Lesti, mama Dinda, dan ibu Aurel.. "Loh itu kan Paijo", kata bunda Lesti. "Iya benar, kok bawa kertas dan seperti orang kebingungan begitu sih", sambung mama Dinda. "Ya sudah kita samperin saja yuk", kata ibu Aurel. "Jo, jo, Paijo..", bunda Lesti, mama Dinda, dan ibu Aurel memanggil Paijo. "Iya, apaan sih, tidak tau orang lagi bingung apa ya, eh ibu-ibu, ada apa ?", tanya Paijo. "Kamu kenapa ?", tanya ibu Aurel. "Kaya orang bingung gitu ?", tanya mama Dinda. "Pasti lagi ada masalah ya, pasti lagi dihukum teteh Titah ya ?", tanya bunda Lesti. "Ayo jawab..", kata mama Dinda. "Iya ibu-ibu, saya sedang bingung cari tempat sewa makan malam romantis nya tuan papi dan tuan mami dimana, ini kertas kosong, saya bawa untuk mencatat ibu-ibu bukan saya sedang dihukum tuan mami", jawab Paijo. "Ha.., makan malam romantis berdua Titah dan Afgan", kata ibu Aurel. "Iya ibu Aurel, tuan mami dan tuan papi ingin merayakan hari jadi pernikahan mereka yang ke delapan belas tahun diluar hotel", sambung Paijo. "Oh begitu", kata mama Dinda. "Terus sekarang teteh Titah ada dimana jo ?", tanya bunda Lesti lagi. "Tuan mami ada di kamarnya, bunda Lesti", jawab Paijo lagi. "Ya sudah kalau begitu kamu ikut dengan kami", kata mama Dinda. "Loh mau kemana mama Dinda ?", tanya Paijo. "Mau ke kamarnya teteh Titah", jawab bunda Lesti. "Oh mau ke kamarnya tuan mami, mau ngapain saya kan harus cari tempat untuk makan malam hari ini ?", tanya Paijo. "Sudah ikut saja dan jangan banyak tanya", jawab ibu Aurel. Bali - mall Di toko tas.. "Tas yang mana ya ?", kata papi Afgan yang mulai mencari tas. "Gan, gan, gan", ayah Ferdi memanggil papi Afgan. "Apa di ?", tanya papi Afgan. "Yang ini bagaimana ?", tanya ayah Ferdi juga. "Hitam ?", tanya papi Afgan. "Iya, Titah sudah punya ya warna hitam ?", tanya papa Raihan. "Belum sih, boleh juga", jawab papi Afgan. "Modelnya jangan yang ini gan, di", kata abi Rian. "Terus yang mana ?", tanya papi Afgan lagi. "Model yang ini saja nih, bagus, kalau model yang ini mah untuk mertua kamu, model yang ini tidak cocok untuk Titah", jawab papa Rizky. "Wah iya benar, cocok untuk Titah, ya sudah saya ambil kedua-duanya saja deh, sekalian untuk mertua saya", kata papi Afgan. "Ya sudah kalau begitu kita cari juga yuk untuk istri-istri kita juga", kata abi Rian. "Ide bagus tuh", kata papa Rizky. "Ya sudah saya ke kasir duluan ya, habis itu kita cari tempat makan untuk makan siang, habis itu baru ke toko perhiasan dan pulang ke hotel deh", kata papi Afgan. "Oke..", seru papa Rizky, papa Raihan, ayah Ferdi, dan abi Rian. Dua jam kemudian.. Masih di toko tas.. "Gan yuk lanjut makan siang", kata papa Raihan. "Sudah belanjanya ?", tanya papi Afgan. "Sudah", jawab abi Rian. "Banyak banget belanjaan kalian, untuk orang tua kalian juga ya ?", tanya papi Afgan lagi. "Iya gan, loh kok kamu tidak beli untuk orang tuamu juga ?", tanya ayah Ferdi. "Sudah kok, ada titipan dari mereka, gampang lah", jawab papi Afgan. "Yuk sekarang kita pergi ke toko perhiasan", kata papa Rizky. "Yuk..", sambung papi Afgan. Bapak-bapak pun ke toko perhiasan untuk membeli berlian (perhiasan) untuk istri-istri dan anak-anak mereka dan jam tangan baru untuk kanjeng romo (mertua papi Afgan).
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD