Knessa membalas dengan sopan, menyesuaikan diri dengan ritme kantor baru. Ia duduk di meja kerjanya yang sudah disiapkan, membuka laptop, dan mulai memeriksa dokumen. Rasanya lega bisa bekerja tanpa harus menahan napas setiap kali Gilang melintas. Meskipun begitu, pikiran Knessa tak sepenuhnya tenang. Ia masih memikirkan Gilang, Melisa, dan semua drama yang terjadi di rumah lama. Tapi hari ini, ia memutuskan fokus pada pekerjaannya sendiri. Apartemen baru, jabatan baru, kehidupan baru. Langkah pertamanya untuk mandiri sudah dimulai. Saat tengah fokus, tiba tiba- “Knessa?” Knessa menoleh. Seorang wanita manis berambut sebahu menghampirinya dengan senyum ramah. “Aku Keisha. Sekretaris khusus bagian operasional. Maisy sering cerita tentang kamu.” Keisha mengulurkan tangan. Knessa terse

