Extra Chap - Blues

618 Words

Dalam suasana teduh dengan alunan musik ringan yang bercampur bunyi rintikan air hujan ini, dia merekatkan amplop biru muda. Kemudian menyelipkan di antara puluhan barisan bungkus kopi espresso. Dia tersenyum beberapa saat sambil menduduki kursi di dekat jendela. Ini sudah beberapa tahun lamanya ia menunggu. Hanya ditemani secangkir espresso hangat, seperti membungkus rindu yang membelenggu. Seperti kebanyakan cerita romansa lainnya, ia ingin membalikkan waktu di saat ia menyakiti gadis itu. Dia ingin menggantinya dengan seluruh hati, menggenggam tangannya dan tak akan pernah melepaskannya. Sayang, semua sudah terlambat. Gadis itu sudah lepas dari genggamannya. Pergi dan menghilang di balik horizon, ke suatu tempat yang mata tak mampu menjangkau. Kini tinggalah hati yang penuh dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD